Oerip Soemohardjo, Pahlawan Nasional Indonesia

uripBiografi Oerip Soemohardjo, Pahlawan Nasional Indonesia – Oerip Soemohardjo lahir pada tanggal 22 Februari 1893 di Purworejo, Hindia Belanda.

Oerip Soemohardjo merupakan jenderal pasukan tentara Indonesia dan kepala staff pertama pasukan tentara nasional Indonesia.

Oerip Soemohardjo menerima beberapa penghargaan dari pemerintah Indonesia termasuk gelar pahlawan nasional Indonesia di tahun 1964. Oerip Soemohardjo lahir dengan nama Moehammad Sidik.

Oerip Soemohardjo merupakan anak laki-laki pertama dari Soemohardjo yang merupakan kepala suku dan anak dari pemimpin muslim setempat. Ibu Oerip Soemohardjo merupakan anak dari Raden Tumenggung Widjojokoesoemo yang merupakan bupati Trenggalek.

Keluarga tersebut memiliki dua orang anak laki-laki lagi, yaitu Iskandar dan Soekirno juga tiga orang anak perempuan. Anak laki-laki keluarga tersebut diasuh oleh pelayan-pelayan dan pada saat Oerip Soemohardjo masih muda mulai menunjukkan kualitas pemimpin, mengomandani kelompok-kelompok anak-anak sekitar rumah dalam memancing dan bermain sepak bola.

Adik-adik laki-lakinya mengikuti sekolah jawa yang dikeapali oleh ayahnya sendiri dan sebagai hasilnya mereka menerima perlakuan khusus, sehingga ini membawa mereka menjadi puas terhadap apa yang mereka miliki dan sering kali berkelakuan buruk.

Ayah Oerip Soemohardjo menginginkan Oerip Soemohardjo untuk menjadi seorang bupati atau kepala daerah, setelah menyelesaikan pendidikan dasar, Oerip Soemohardjo dikirim ke sekolah untuk pegawai pemerintahan pribumi di Magelang.

Ibunya Oerip Soemohardjo meninggal selama Oerip Soemohardjo duduk di bangku sekolah menengah kemudian Oerip Soemohardjo pergi untuk menjalankan pelatihan militer di Meester Cornelis, Batavia.

Akhirnya menyelesaikannya di tahun 1914, Oerip Soemohardjo menjadi seorang letnan di tentara kerajaan Hindia Belanda. Selama hamper 25 tahun tugasnya, Oerip Soemohardjo ditempatkan pada tiga pulau yang berbeda dan dipromosikan beberapa kali, sehingga menjadi pegawai pribumi yang memiliki pangkat tinggi di negeri ini.

Oerip Soemohardjo mengundurkan diri dari posisinya di seitar tahun 1938 setelah ketidaksepakan dengan bupati Purworejo, dimana Oerip Soemohardjo ditempatkan di sana. Oerip Soemohardjo dan istrinya Rohmah ketika pindah ke sebuah desa dekat Yogyakarta, dimana mereka membuat sebuah villa dan kebun besar.

Setelah Nazi Jerman menginvasi Belanda di bulan Mei 1940 Oerip Soemohardjo dihubungi untuk aktif bertugas kembali. ketika keraajaan Jepang menempati nusantara kurang dari dua tahun kemudian, Oerip Soemohardjo ditangkap dan ditahan di sebuah penjara selama tiga setengah bulan. Oerip Soemohardjo menghabiskan waktunya di villanya.

Pada tanggal 14 Oktober 1945, tidak lama setelah proklamasi kemerdekaan, Oerip Soemohardjo menjadi kepala staff tentara. Oerip Soemohardjo dan Jenderal Sudirman hampir tiga tahun pengembangan pasukan tentara selama revolusi nasional Indonesia, sampai Oerip Soemohardjo mengundurkan diri di awal tahun 1948 karena pemimpin politik kurang percaya dengan tentara.

Kesehatan Oerip Soemohardjo juga menurun karena jantungnya lemah akhirnya Oerip Soemohardjo meninggal karena serangan jantung beberapa bulan setelahnya pada tanggal 17 November 1948. Oerip Soemohardjo dimakamkan di taman makam pahlawan Semaki. Pada tanggal 1 Desember 1964, Oerip Soemohardjo diumumkan sebagai seorang pahlawan nasional Indonesia.

Baca juga : Jenderal Ahmad Yani, Komandan Tentara Indonesia

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *