Pada pisang terdapat bintik hitam : Ternyata bisa bantu deteksi kanker

Pada pisang terdapat bintik hitam : Ternyata bisa bantu deteksi kanker – Pisang merupakan buah-buahan yang sering dijumpai di Indonesia. Ada jenis pisang yang memiliki bintik-bintik hitam yang banyak pada permukaan kulitnya.

Baru-baru ini peneliti menemukan manfaat bintik hitam yang ada pada kulit pisang. Ternyata bintik hitam dapat membantu deteksi kanker.

qw

Para ahli menemukan cara yang cepat dan mudah untuk menemukan gejala kanker kulit. Bintik -bintik hitam pada pisanglah yang menjadi jalur para ahli menemukan solusi tersebut.

Bintik-bintik hitam tersebut muncul setelah pisang sudah matang. Enzim tirosinase pada pisanglah yang menyebabkan hal tersebut.

Orang – orang yang menderita melanoma ( jenis kanker kulit ) mempunyai enzim tirosinase yang sama dengan enzim yang ditemukan pada pisang bintik hitam. Enzim tersebut muncul dalam jumlah besar.

Para ahli kemudian menggunakan hal tersebut sebagai rencana pembuatan alat pemindai kanker. Jaringan pisang akan digunakan sebagai objek untuk menguji alat pemindai sebelum digunakan pada jaringan manusia.

Laboratory of Physical and Analytical Electrochemsitry di Swiss membuat penelitian dan memperoleh kesimpulan bahwa enzim tirosinase yang terdapat pada pisang bintik hitam bisa menjadi alat ukur untuk mengukur pertumbuhan melanoma  pada manusia yang terjangkit.

American Cancer Society pernah mengemukakan bahwa seseorang mampu bertahan hidup hampir selama 10 tahun mencapai 95 persen.

Hal ini terjadi jika melanoma dideteksi saat masih ditingkat stadium satu. Jika baru diketahui saat sudah mencapai stadium 3, peluang hidup akan menurun sebanyak 52% persen. Enzim tirosinase kemudian muncul sebagai jalan bagi para ahli untuk membuat alat pemindai pendeteksi kanker.

Enzim tirosinase tidak begitu nampak saat kanker kulit masih menduduki stadium satu. Kemudian enzim tersebut menyebar di stadium dua dan sudah terlihat tidak merata saat menduduki stadium 3, saat itu kanker sudah menyebar ke bagian tubuh lain.

Ketua peneliti, Hubert Girault mengatakan alat pemindai akan diuji terlebih dahulu pada buah dan setelah itu akan diuji sebagai metode diagnostik sebelum diuji pada biopsi manusia.

Baca Artikel Lainnya :

Girault yakin alat pemindai tersebut suatu saat bisa digunakan untuk menghancurkan tumor, dan kemoterapi tidak lagi diperlukan. Jika alat pemindai sudah bisa digunakan, harapannya semakin dini kanker ditemukan, maka peluang untuk sembuh makin besar.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *