Panduan Budidaya Tanaman Tebu yang Baik

Panduan Budidaya Tanaman Tebu yang Baik – Mungkin Anda sering sekali mendengar tebu. Tebu ini ialah tanaman yang sangat di butuhkan untuk kita. Hal ini dikarenakan tanaman ini menghasilkan gila yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jika Anda ingin membudidayakannya, Anda harus mengantongi tata cara penanaman serta budidaya dengan benar agar memperoleh hasil tebu yang baik.

1

Iklim serta cuaca

Budidaya tebu ini sangat bergantung sekali dengan iklim serta cuaca. Tebu-tebu akan tumbuh sangat baik dengan daerah iklim panas. Di Indonesia memiliki suhu 25 hingga 28. Daerah yang sering di tanami ialah daerah yang memiliki curah hujan 100 mm per tahunnya. Jadi, saat Anda ingin melakukan budidaya, sesuaikan lahan dengan iklim yang harus dimiliki oleh tanaman tebu.

Keadaan tanah

Tebu tidak sembarangan dalam penanaman. Anda tidak bisa menanami tebu pada sembarang jenis tanah. Jenis tanah yang sangat cocok dalam pembudidayaan tebu seperti alivial, podsolik, mediteran, hingga regosol. Tidak hanya jenis tanah, kandungan Ph yang ada di tanah juga di perhatikan. Ph yang sangat baik untuk tanaman tebu 6,4 hingga 7,7. Keadaan tanah juga di perhatikan demi memiliki tebu dengan kualitas baik.

Persiapan lahan

Hal pertama yang harus Anda siapkan ialah lahan penanaman. Tanah yang di tanami harus di siapkan terlebih dahulu. Anda bisa membajak serta reynoso tanah. Untuk proses pembajakan ini bertujuan untuk menghasilkan tanah agar gembur. Dalam proses ini alur yang di gunakan untuk menanam tebu sedalam kurang lebih 20 cm.

Jika melalui proses reynoso, pengolahan tanah bisa dilakukan di area yang bisa Anda tanami pohon tebu di kedalaman 40 cm. Bentuknya menyerupai cekungan. Akan tetapi proses ini hanya bisa dilakukan di tanah yang memiliki kandungan banyak air.

Pemilihan bibit tebu

Bibit tebu bisa di golongkan dengan 4 macam yakni bibit pucuk, bibit rayungan, bibit batang muda, hingga bibit siwilan. Jika bibit pucuk biasanya diambil di tebu yang memiliki umur 12 bulan. Anda bisa mengambil 2 hingga 3 tunas yang masih muda dengan panjang kurang lebih 20 cm. Untuk bibit muda, berasal di tebu yang memiliki umur 5 hingga 7 bulan, diambil di seluruh batang tebu yang telah terbagi menjadi 2 hingga 3 bagian untuk masing stek.

Penanaman dan perawatan tebu

Di daerah kering Anda bisa menggunakan stek. Memiliki 8 hingga 9 tunas di jarak 1 meter setiap steknya. Setiap steknya di tanam dalam kedalaman 1,2 hingga 1,3 meter. Saat telah tumbuh tunas, Anda bisa melakukan perawatan dengan penyulaman, penyiangan, dan penyiraman.

Untuk penyiraman, dilakukan 3 hari setelah terjadi pemupukan, dan penyulaman proses ini dilakukan untuk bibit yang gagal, terakhir penyiangan. Penyiangan dilakukan dengan motong atau mencangkul gulma yang sangat mengganggu pertumbuhan tebu.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *