Panduan dan Cara Budidaya Tanaman Seledri dengan Pot

Cara Budidaya Tanaman Seledri – Selain sebagai salah satu bumbu penyedap dari masakan, daun seledri ternyata juga memiliki kandungan vitamin A dan juga vitamin C yang mampu menjaga kesehatan anda secara berkelanjutan.

1

Tanaman seledri atau di beberapa daerah lebih dikenal dengan daun sop ini (karena sering digunakan sebagai sayuran pelengkap masakan soup), memang dibutuhkan oleh banyak orang untuk berbagai keperluan tersebut diatas. Bahkan sekarang juga tersedia pilihan seledri organik yang bebas dari bahan-bahan kimia dalam penanamannya sehingga membuat manfaatnya lebih berlipat.

Bagi anda yang ingin melakukan budidaya tanaman ini sendiri, sebenarnya tidak ada kata sulit jika anda memang benar-benar ingin melakukannya. Meskipun sebenarnya tanaman ini lebih cocok ditanam di daerah dataran tinggi, namun ternyata pada daerah dataran rendah dengan curah hujan yang tidak terlalu tinggi tanaman ini juga bisa tumbuh subur. Bahkan anda juga bisa menggunakan pot yang diisi dengan tanah subur sebagai media tanam seledri ini, bila anda tidak memiliki sawah atau kebun yang luas.

Proses awal penanaman seledri

Pada dasarnya budidaya tanaman ini bisa berawal dari biji-bijian ataupun dari anakan, namun untuk budidaya skala kecil seperti pot dalam pekarangan, maka penggunaan metode anakan atau vegetative lebih disarankan karena akan lebih mudah perawatannya. Sebagai langkah awal dalam penanaman daun sop ini anda harus melakukan:

  • Siapkan media pot dan tanah subur dengan ph keasaman tanah sekitar 5,5 hingga 6,5, kemudian campurkan tanah bersama pupuk dengan perbandingan 1:1. Diamkan media hingga kering atau kurang lebih 3-4 hari,
  • Buatlah lubang pada tanah dalam pot berdiameter 20 cm dengan kedalaman yang kurang lebih sama dengan diameternya, kemudian masukkan tanaman ke dalam lubang tersebut dan bubuhi pinggiran tanaman dengan tanah lagi,
  • Letakkan tanaman di tempat yang teduh (jangan terkena sinar matahari langsung) hingga akar tumbuh kuat.

Proses perawatan dan pemeliharaan

Proses ini terbagi atas tiga tahap yang harus dilakukan secara berkala, telaten dan juga sabar. Adapun proses tersebut adalah:

  1. Penyiraman, usahakan dilakukan tiap hari ketika hari mulai sore. Penyiraman dilakukan secara hati-hati dengan jarak tidak terlalu jauh dari tanaman sehingga tidak merusak tanaman itu sendiri,
  2. Pemupukan, pastikan penggunaannya sesuai dosis yang telah dianjurkan. Usahakan pula menggunakan pupuk organik baik cair ataupun padat agar tanaman bisa tumbuh dengan alami,
  3. Pengendalian hama, lakukan kontrol tiap hari terhadap tanaman supaya bila ada penyakit bisa diatasi dengan cepat.

Proses Pemanenan tanaman

Untuk proses ini, pastikan bahwa daun telah terlihat rimbun pada tanaman dan juga banyak terlihat anakan daun (sekitar umur 2-3 bulan). Cara memanennya pun bukan dicabut tanamannya, melainkan petiklah daun-daun seledri yang sudah tua saja. Lakukan pemanenan ini antara 1-2 minggu sekali setelah terlihat rimbun kembali, hingga tidak muncul anakan lagi.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *