Parameter yang Digunakan untuk Menentukan Kerusakan Lingkungan

Parameter yang Digunakan untuk Menentukan Kerusakan Lingkungan – Di zaman yang semakin maju ini, kerusakan lingkungan tidak dapat dihindari lagi. Pencegahan atau penanggulangan telah dilakukan namun terdapat beberapa area yang masih mengalami kerusakan lingkungan. Sebagai upaya lanjut dari pengembalian kondisi lingkungan dan pencegahan terjadinya kerusakan lebih lanjut, maka dilakukan penyusunan peta status kerusakan tanah. Sebelum membuatnya, dibutuhkan parameter sebagai tolak ukur.

kerusakannParameter yang digunakan berdasarkan pada Permen LH Nomor 07 tahun 2006 dan dasar dari penetapan rusak atau tidak tanah per parameter adalah PP 150/200 yang mengatur tentang Kriteria baku kerusakan tanah, untuk lahan kering yaitu ketebalan solum, bebatuan permukaan, komposisi fraksi kasar, berat isi, porositas total, derajat pelulusan air, pH, daya hantar listrik, redoks, jumlah mikroba.

Parameter yang dapat digunakan sebagai tanda atau indikator pencemaran lingkungan yaitu:

  • Parameter kimia yang meliputi kadar karbondioksida, pH, alkalinitas, fosfor dan aktifitas berat.
  • Parameter biokimia yang meliputi Biochemical Orxygen Deman (BOD)

berdasarkan pada jumlah oksigen yang terkandung dalam air. Caranya yaitu dengan menyimpan sample atau contoh air yang sebelumnya telah diketahui kandungan oksigen selama 5 hari dan kemudian diukur kembali untuk mengukur jumlah pencemaran organik pada air tersebut. Kadar pH normal pada air adalah 6.5-8.5 dan pengukuran keasaman air dapat menggunakan kertas lakmus.

  • Parameter fisik yang meliputi rasa, bau, warna, kejernihan dan kandungan bahan radioaktif
  • Parameter biologi mengenai banyak tidaknya mikroba seperti bakteri dan plankton

Kadar oksigen normal yang terlarut dalam air sekitar 5-7 ppm (part per million, dalam 1ml oksigen yang larut dalam 1 liter air terdapat kadar oksigen sebanyak 1ppm). Kadar oksigen akan berkurang disebabkan oleh pencemaran air terutama dikarenakan bahan pencemar organik. Jika pencemaran meluas, tidak hanya mengancam organisme di dalam air, namun juga semua makhluk hidup. Metode yang digunakan untuk mengukur kadar oksigen yang terlarut adalah metode winkler. Dan penurunan kadar oksigen disebabkan oleh proses oksidasi bahan organik, reduksi oleh zat dari bakteri anaerob yang berasal dari dasar perairan dan proses pernafasan organisme air.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *