Peluang Usaha Bisnis Batik Lurik

Banyak contoh bisnis UKM dan menengah yang dilakoni oleh pebisnis muda berhasil meraup sukses setelah mereka belajar dan menguasai informasi dan teknologi (IT), salah satunya adalah berjualan batik di laman facebook yang banyak diminati oleh wirausahawan batik lurik asal Yogyakarta.

k 116

Awalnya di kota ini bisnis UKM jualan kain batik lurik hanya menyambi saja sambil membuat batik lurik/membatik sebagai mata pencaharian utama.

Dalam sehari mereka berhasil membuat lima potong batik yang cantik dan menarik tetapi strategi pemasaran bisa sukses menjual ribuan lembar kain batik berkat tangan – tangan dingin para pelakunya.

Mengikuti Perkembangan Lawe

Berkunjung ke Workshop Lawe yang berlokasi di depan Jogja Nasional Museum Yogyakarta, anda akan terpukau oleh keindahan dari koleksi batik lurik khas kota Gudeg ini yang banyak dikembangkan oleh kaula muda seperti Ibu Fitria selaku bisnis unit manager Lawe yang akan menuntun anda mengenal tentang perkembangan Lawe saat ini.

Kegiatan Lawe terbaru selain mengadakan pameran dan workshop adalah mendevelop kain tenun tradisional Indonesia menjadi sebuah produk/barang modern dengan multifungsional untuk memberikan nilai tambah pada kain tenun Nusantara itu sendiria.

Kain tenun tradisional yang dikembangkan oleh Lawe saat ini adalah lurik, yang banyak diproduksi dibeberapa daerah Yogyakarta.

Pengembangannya adalah dompet, kantong kecil multifungsi, tas (tas jinjing, tas laptop, tas belanja), bahkan baju lurik bermotif salur dipadukan dengan lurik polos, dalam pilihan warna – warna terang maupun gelap, hasilnya adalah barang – barang cantik, unik, dan gaya.

Dari segi proses produksi, Lawe mempercayakan kepada para pengrajin tenun lurik profesional yang tersebar di wilayah Jogja terutama di desa – desa, desain dan material dari perusahaan Lawe yang selanjutnya dikirim ke masing – masing rumah pengrajin, setelah selesai dibatik maka akan diambil kembali oleh perusahaan untuk melakukan check (Quality Control) ala Lawe.

Produk – produk kreasi Lawe dipasarkan melalui pameran serta media online. Dengan modal kualitas kain yang terbaik maka menjadikan koleksi perusahaan mereka banyak mendapat pelanggan dan strategi pemasaran pun berkembang hingga keluar pulau dan luar negeri.

Sejauh ini, Lawe memang tersohor sebagai rumah produksi yang menomor satukan kualitas, standar dan harga jual yang sedang. Karena untuk bisa bersaing dalam bisnis kreatif batik lurik khas Jogja ini, satu – satunya jalan adalah melakukan hal tersebut di atas, sehingga bisa keluar sebagai pemenang.

Baca Artikel Lainnya :

Sekedar informasi, produk Lawe dipasarkan dari mulai Rp.800.000,00 s.d. Rp.1.500.000,00/pcs, tergantung jenis produknya. Dengan standar harga seperti ini, dalam sebulan mereka rata – rata berhasil mengumpulkan omzet dikisaran 80 juta rupiah.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *