Peluang Usaha : Budidaya Plankton untuk Pakan Alami Ikan

Peluang Usaha : Budidaya Plankton untuk Pakan Alami Ikan – Pesatnya usaha perikanan di Indonesia utamanya pembenihan ikan, udang maupun keranga menyebabkan peranan pakan alami semakin besar khususnya fitoplankton sebagai pakan awal (initial feed) larva. Ketersediaan fitoplankton yang sesuai baik jumlah maupun mutu serta kesinambunganya merupakan salah saatu factor diantara penentu keberhasilan pemeliharaan larva ikan, udang, kepiting dan rajungan. Hal ini berarti setiap usaha pembenihan, teknik kultur fitoplankton secara terkontrol harus dikuasai sehingga kegagalan pemeliharaan larva yang disebabkan oleh kekurangan pakan alami tidak terjadi.

Untitled

Pengembangan usaha pembenihan khususnya di perairan payau dewasa ini nampak semakin giat dilaksanakan baik secara intensif maupun secara semi intensif. Keberhasilan pembenihan ikan sangat tergantung pada ketersediaan pakan alami. Salah satu faktor yang berperan dalam mencapai keberhasilan pembenihan ikan dan udang adalah tersedianya pakan alami yang dibutuhkan. Ketersediaan pakan alami baik dalam jenis maupun ukuran sesuai dengan ukuran bukan mulut ikan pada setiap stadia. Hal ini merupakan mata rantai yang sangat penting karena pada umumnya tingkat kematian benih yang paling tinggi pada stadia larva.

Pakan alami mempunyai peranan yang sangat pentig dalam usaha pembenihan ikan, udang, kerang-kerangan, kepiting, dan lain sebagainya. Pakan hidup lebih berperan pentng dalam beberapa proyek akuakultur Pakan hidup harus diberikan pada larva untuk pertama kali mulai makan (frist feeding. Peranan hidup saat ini samapi saat ini belum dapat digantikan secara menyeluruh. Disamping sebagai sumber protein, lemak, dan karbohidrat, pakan hidup terutama mikrolaga merupakan sumber utama asam lemak esensial yang sangat potensial.

Keuntungan dengan menggunakan pakan alami adalah karena pakan alami mempunyai nilai nutrisi yang tinggi, mudah dikultur, memiliki ukuran yang sesuai dengan bukan mulut larva, memiliki pergerakan yang mampu memberikan rangsangan bagi ikan untuk memangsanya, memiliki kemampuan untuk berkembang biak dengan cepat dalam waktu relatif singkat sehingga ketersediaanya dapat terjamin sepanjang waktu serta biaya kulturnyapun relatif murah. Berdasarkan hal tersebut perlu diadakan kultur pakan alami yang dilakukan dalam skala laboratorium untuk perbanyakan bibit murni, dan skala masal yang dilakukan untulingkungan perairannya, serta diperlukan paket teknologi budidayak memenuhi kebutuhan pakan larva ikan.

Beberapa phytoplankton yang dapat dikultur untuk pakan alami larva ikan merupakan Chlorella, Tetraselmis chuii, Dunaliella salina, dan Artemia serta Spirullina. Chorella merupakan alga hijau yang dapat hidup di air tawar dan air laut. Bentuk selnya bulat atau bulat telur, bersel tunggal (unicelluler) tetapi kadang-kadang bergerombol. yang mempunyai diameter selnya kurang lebih 2-8 mikron, berwarna hijau karena mengandung klorofil yang merupakan pigmenyang paling dominan, dinding selnya terbilang sangat keras karena mengandung selulosa dan pektin. Chlorella bersifat kosmopolit yang dapat tumbuh dimana-mana, namun tidak dapat tumbuh pada tempat yang sangat kritis bagi kehidupan (Song, 1980).

Pembudidayaan plankton jenis Spirullina tergantung pada kondisi lingkungan perairannya, dan juga diperlukan pada teknologi budidaya yang sangat baik. Budidaya plankton ini disetiap negara mempunyai teknik yang berbeda-beda, hal ini karena setiap negara memiliki kondiri alam satu dengan yang lainnya sangat  berbeda. Misalnya, Indonesia adalah negara tropis dimana suhu airnya relatif sama sepanjang tahun dibandingkan dengan negara lain termasuk Jepang, maka plankton jenis Spirullina tidak bisa berkembang biak secara stabil pada suhu yang tinggi, juga tidak bisa terjadi kontaminasi oleh protozoa dan alga biru (Erlina dan Hastuti, 1986). Spirullina merupakan jenis ganggang hijau biru berkoloni (berkelompok). Bentuknya seperti bola, tetapi sel tunggalnya berbentuk spiral. Pembiakan dengan cara fragmentasi. Spirullina mengandung kadar protein tinggi.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *