Pencemaran (Polusi) Udara: Menurunkan Kualitas Udara

Pencemaran (Polusi) Udara: Menurunkan Kualitas Udara – Pencemaran (polusi) udara adalah masuknya polutan yang berbahaya ke udara di atas ambang batas sehingga dapat menurunkan kualitas udara. Pencemaran udara adalah salah satu kerusakan lingkungan yang disebabkan adanya penurunan kualitas udara karena masuknya unsur-unsur berbahaya (polutan) ke dalam udara. Polutan-polutan tersebut adalah Nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (So2), chlorofluorocarbon (CFC), hidrokarbon (HC), Timah (Pb), benda partikulat, dan karbondiaoksida (CO2).

Untitled

Pencemaran udara disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor yang berasal dari alam berupa aktifitas gunung berapi, kegiatan mikroorganisme serta kebakarn hutan Penyebab pencemaran udara dari faktor adalah alam contohnya adalah meletusnya gunung berapi yang mengeluarkan abu dan gas vulkanik. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa seluruh gunung api di dunia hanya mengeluarkan 0,13 hingga 0,44 miliar ton CO2 setiap tahunnya. Jumlah ini jauh lebih kecil atau tak dengan emisi karbondioksida (CO2) yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor). Emisi karbon yang disumbangkan oleh kendaran bermotor sekitar 2 miliar pertahunnya. Tahun 2010, akibat adanya aktivitas manusia telah menyumbangkan sedikitnya 35 miliar ton emisi karbondioksida ke udara.

Penyebab pencemaran yang kedua adalah faktor manusia dan aktifitasnya. Aktifitas-aktifitas manusia yang menyebabkan pencemaran udara adalah pembakaran (pembakaran sampah, kendaraan bermotor, pembakaran pada kegiatan rumah tangga dan kegiatan industri) yang menghasilkan polutan asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO); peleburan (peleburan baja, semen, pembuatan soda, aspal, keramik) yang menghasilkan polutan debu, uap, dan gas; pertambangan dan penggalian; dan kegiatan lainnya.

Apabila udara yang tercemar dihirup oleh manusia dalam jangka yang singkat atau lama dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan kesehatan tersebut berupa korosif (bahan pencemar yang menyebabkan terjadinya proses peradangan pernapasan pada bagian atas), asfiksia (menurunnya kemampuan tubuh dalam mengikat oksigen atau berkurangnya kadar oksigen didalam tubuh), anesthesia (bersifat menekan susunan saraf pusat sehingga mengakibatkan kehilangan kesadaran dan toksis (gangguan pada sistem pembuatan darah dan keracunan pada susunan saraf).

Pencemaran udara dapat menimbulkan efek-efek yang tidak diinginkan dalam kehidupan manusia seperti efek umum, efek kesehatan dan efek ekosistem. Efek umum pencemaran udara terhadap kehidupan manusia adalah meningkatkan angka kesakitan dan kematian pada manusia, flora, dan fauna; mempengaruhi dan mengubah iklim akibat terjadinya peningkatan kadar CO2 di udara; mempengaruhi kuantitas dan kualitas sinar matahari yang sampai ke per­mukaan bumi dan memengaruhi proses fotosintesis tumbuhan; pencemaran udara dapat merusak cat, karet, dan bersifat korosif terhadap benda yang terbuat dari logam; eningkatkan biaya perawatan bangunan, monumen, jembatan, dan lainnya; dan efek umum lainnya.

Efek pencemaran udara terhadap kesehatan dapat muncul secara cepat ataupun lambat. Efek secara cepat yaitu adanya gangguan pernafasan karena adanya polusi udara. Sedangkan efek dalam jangka panjang adalah terakumulasinya pencemar (polutan) dalam darah kita sehingga dapat menyebabkan penyakit yang dapat menyebabkan kematian.

Efek ekosistem yang disebabkan oleh adanya kematian flora, fauna serta manusia sehingga akan berpengaruh terhadap ekosistem. Punahnya flora dan fauna akan mengurangi keanekaragaman atau diversity flora dan fauna. Industri yang yang me­lepaskan zat oksida sulfat ke dalam udara bereaksi dengan air hujan yang akan membentuk asam sulfat yanag menyebabkan air hujan menjadi asam (acid rain). Jika keadaan ini berlangsung cukup lama maka akaan  terjadi perubahan pada ekosistem perairan danau (pH air danau akan menjadi asam sehingga ekosistem danau tersebut terganggu).

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *