Penemuan Alat Pengendalian Pikiran

Dunia makin berkembang, teknologi juga mengikuti dan diharuskan berkembang. Sampai – sampai banyak yang berlomba – lomba menciptakan karya yang menakjubkan. Salah satu teknologi yang terciptakan adalah alat pengendali pikiran.

Alat pengendali pikiran ini di ciptakan oleh peneliti yang berasal dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Pengendali pikiran yang diciptakan ini mampu mengendalikan pikiran dengan perangkat elektronik berupa seperti helm.

o 23

Perangkat tersebut terdiri dari sirkuit dan sebuah antena. Awalnya hasil penemuan ini di uji cobakan kepada hewan tikus dengan menggunakan cahaya dari jarak jauh.

Salah satu peneliti yang bernama Christian Wentz berasal dari Departement of ElectricalEngineeringand Computer Science MIT menyampaikan bahwa cahaya yang ada pada alat digunakan untuk mengendalikan pikiran dengan mengaktifkan neuron khusus pada jaringan saraf.

Penemuan ini merupakan salah satu inovasi pada bidang optogenetika yang menggabungkan ilmu pengetahuan optik dengan ilmu genetika untuk mengendalikan sel menggunakan cahaya.

Metode yang dibuat pada alat pengendali pikiran ini adalah dengan cara menelaah sel saraf dan protein khusus dan akan mengalami sensitif ketika terangsang atau terkena oleh cahaya. Ketika terkena cahaya, maka protein tersebut akan membuka dan membuat ion masuk ke dalam sel saraf.

Peneliti menempelkan protein pada titik yang tepat agar bisa menghidupkan bagian otak tertentu, sehingga bisa membangkitkan perilaku yang agresif ataupun seksual pada hewan seperti binatang yang berjalan melingkar.

Alat pengendali pikiran ini menggunakan medan magnet sebagai sumber energinya untuk melakukan induksi pada antena di kepala tikus bukanlah menggunakan baterai. Tenaga diberikan pada helm sebesar 16 LED yang cahayanya dapat mengendalikan neuron pada otak tikus.

Baca Artikel Lainnya :

Mereka membuat cahaya biru untuk mengendalikan aktivitas gerak pada tikus pada otak. Selain melakukan pemasangan pada papan sirkuit yang terhubung dengan komputer.

dengan adanya lampu biru tersebut, gerakan tikus dapat terkendalikan dan juga semua katifitaf pada syarafnya terekam saat terpapar oleh cahaya. Dengan begitu memudahkan para peneliti untuk mengenali tingkat kesensitifan tikus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *