Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Bengkuang

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Bengkuang – Bengkuang ialah tanaman yang masih satu keluarga dengan Papilenaceae. Bentuk tanaman ini seperti herba lelilit, memanjat serta membelit ke arah kiri. Tinggi bengkoang ini 5 hingga 6 meter. Ia memiliki akar tunggang. Sedangkan untuk umbinya memiliki diameter 5 hingga 30 cm. Kulitnya coklat muda, batang berbulu, gading bengkoang ini berwarna putih, letak daunnya pun bergantian. Polong berjumlah 8 hingga 14 cm, dan bijinya berjumlah 4 hingga 12.

1

Bengkoang memang memiliki rasa yang sangat lezat namun tetap saja, bengkoang memiliki masalah hama serta penyakit yang berada di dalam tanaman. Hama serta penyakit ini ialah momok yang sangat menakutkan petani tidak terkecuali para petani bengkoang. Penanganan hama ataupun penyakit ini haruslah sangat tepat dan cepat, agar tanaman tidak rusak bahkan mengalami kerugian.

Hama tikus

Sudah lama dikemukakan jika tikus ialah musuh dari seorang petani. Termasuk juga bagi petani bengkoang ini. Untuk mengurangi perkembangbiakan dari hama tikus, Anda bisa melakukan perburuan saat terjadi musim kawin tikus. Biasanya perburuan ini dilakukan dengan pengasapan.

Selain dengan pengasapan, Anda juga bisa menggunakan racun tikus. Tentu saja penggunaan racun tikus harus sangat di awasi. Sebenarnya tikus ini sangat membantu penggemburan tanah. Namun jika jumlahnya berlebih ia juga akan mengganggu perkembangan dari bengkoang.

Hama uret

Uret ini biasanya menyerang umbi atau akar pada bengkoang. Jika uret terus saja dibiarkan secara terus menerus, ia akan menghasilkan kerusakan berat. Akibat yang terburuk bengkoang akan menjadi gagal panen. Uret ini sangat senang meninggali tanah yang memiliki bagan organik yang sangat banyak. Salah satu cara untuk mengurangi hama membandel ini dengan pengolahan tanah secara sempurna.

Hama lalat putih

Hama ini memiliki ukuran sangat kecil, ia bertubuh sangat lunak dan memiliki sayap berwarna putih.. lalat putih ini gemar menghisap cairan yang berada di dalam sel daun. Jika lalat putih terus menghisap cairan, daun akan kering, layu, keriting, bahkan hingga mati. Anda bisa melakukan penyemprotan menggunakan cairan insektisida.

Bercak pada daun

Bercak ini bisa di timbulkan karena adanya penyakit. Mungkin ada yang menyepelekan penyakit yang satu ini, padahal jika terus di biarkan ia dapat membuat hasil panen menjadi tidak optimal. Salah satu cara yang bisa petani lakukan untuk mengurangi adanya hama ini dengan melakukan rotasi tanaman atau penanaman tanaman dengan jenis lain.

Jika saat ini Anda menanam bengkoang, usahakan melakukan rotasi, setelah itu tanam bengkoang kembali. Selain melakukan rotasi tanaman, Anda juga bisa melakukan pengolahan tanah. Pengolahan tanah ini seperti pemilihan pupuk yang sesuai hingga takaran pupuk yang pas dengan komposisi tanah, sehingga hasilnya bisa sempurna.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *