Pengertian dan Cara Penanganan Penyakit Rujuk Balik BPJS

Pengertian dan Cara Penanganan Penyakit Rujuk Balik BPJS – Pelayanan program rujuk balik BPJS adalah pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang telah terdaftar sebgai anggota BPJS kesehatan dan mendaftarkan diri sebagai peserta program rujuk balik atas saran  atau rekomendasi dari dokter.

qq

Pada umumnya para peserta rujuk balik adalah mereka yang menderita penyakit krosis dengan kondisi sudah stabil tapi masih dalam proses pengawasan dokter dan pengobatan.

Penyakit kronis yang dimaksud disini adalah hipertensi, diabetes melitus, asma, jantung, stroke, Epilepsy, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), systemic lupus erythematosus (SLE), schizophrenia.

Sebelum penderita mendapatkan penanganan program penyakit rujuk balik, maka mereka harus mendaftarkan diri terlebih dahulu. Cara pendaftaran :

  1. Para peserrta BPJS mendaftarkan diri kepada petugas pojok PRB dan membawa :
  • kartu identitas anggota BPJS kesehatan.
  • Surat rujuk balik dari dokter yang merekomendasikan.
  • Surat Eljibilitas Balik (SEP) dari BPJS
  • Resep dokter
  1. Mengisi formulir PRB
  2. Menerima buku kontrol PRB

Setelah selesai mendaftarkan diri, maka mereka sudah menjadi anggota proram rujuk balik. Berikut proses penanganannya :

  1. Pelayanan pada tingkat pertama
  • Peserta membawa identitas peserta BPJS, surat rujuk balik dan buku kontrol peserta program rujuk balik pada tempat faskes di pendaftaran PRB
  • Dokter faskes memeriksa peserta dan menuliskan resep pada buku kontrol.
  1. Pelayanan pada apotik yang bekerja sama dengan BPJS kesehatan sebagai tempat pelayanan obat PRB.
  • Memberikan resep dokter pada petugas apotik
  • Menunjukkan SRB dan buku kontrol kepada petugas
  1. Proses pelayanan rujuk balik obat dilakukan selama 3 kali berturut – turut dalam waktu 3 bulan.
  2. Setelah 3 bulan, maka peserta PRB akan di rujuk ke tingkat lanjutan oleh faskes pertama untuk proses evaluasi oleh dokter sub spesialis / spesialis.
  3. Peserta akan dirujuk kembali ke dokter spesialis / sub spesialis jika dalam urun waktu 3 bulan peserta mengalami kondisi yang tidak stabil setelah melakukan pemeriksaan oleh faskes pertama.
  4. Jika konsisi pasien masih terkontrol setelah pemeriksaan dokter spesialis / sub spesialis, maka peserta dapat malakukan PRB ulang dan memperoleh SRB baru.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *