Pengertian dan Definisi Disakarida, Monosakarida dan Polisakarida

Pengertian dan Definisi Disakarida, Monosakarida dan Polisakarida – Karbohidrat yang diketahui sebagai senyawa kimia terdiri dari hidrogen, karbon dan juga oksigen merupakan suatu sumber utama energi untuk kehidupan. Bahkan karbohidrat juga dikenal sebagai sakarida atau yang lebih umum disebut gula.

1234

Karbohidrat sendiri memiliki struktur kimia yang sangat kompleks. Dimana karbohidrat dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu disakarida, monisakarida serta polisakarida.

Dari masing-masing senyawa tersebut memiliki struktur yang berbeda sekaligus fungsi yang juga berbeda di dalam biokimia. Berikut merupakan pembahasan disakarida, monosakarida dan polisakarida yang dapat Anda simak.

Disakarida

Disakarida selama ini dipercaya sangat penting untuk kebutuhan farmasi. Misalnya saja seperti gula pasir atau sukrosa, laktosa atau gula susu dan juga gentiobiosa. Sukrosa sendiri termasuk disakarida yang tidak mereduksi.

Ini dikarenakan sykrosa tidak memiliki gugus aldehida bebas. Akan tetapi gula pasir atau sukrosa ini merupakan satu-satunya diakarida yang banyak terdapat di dalam tanaman, air batang tebu, sari buah-buahan maupun tanaman dari jenis yang lainnya.

Pada dasarnya ada dua jenis disakarida antara lain seperti:

  1. Disakaida reduktor dimana satu monosakarida, gula reduktor nyatanya memiliki satu gugus hemiasetal bebas. Contohnya seperti maltosa dan selobiosa.
  2. Disakarida non reduktor dimana komponen-komponennya sudah terikat oleh suatu ikatan asetal diantara pusat-pusat anomeriknya. Tidak akan ada monosakarida yang memiliki gugus hemiasetal bebas. Contohnya seperti trehalosa dan sukrosa.

Monosakarida

Monosakarida adalah zat yang bertugas mereduksi karena adanya gugus karbonil. Biasanya dikenal dengan menambahkan akhiran ose atau osa di dalam istilah bahasa Indonesia di akhir kata.

Misalnya seperti gluocose atau glukosa dan juga fructose atau fruktosa. Adanya akhiran osa ini sendiri sering digunakan sebagai nama umum. Bukan hanya itu, penggolongan dari monosakarida selama ini juga sangat bergantung pada jumlah atom oksigen yang ada di dalam senyawa.

Jenis dari monosakarida yang paling penting adalah glukosa yang merupakan heksosa. Contoh dari heptosa yaitu manoheptulosa, sedoheptulosa dan ketosa. Monosakarida yang memiliki atom karbon 8 ataupun lebih memang jarang ditemukan karena lebih tidak seimbang. Sementara untuk contoh yang lainnya adalah:

  1. Triosa yang mencakup dihidroksiaseton dan gliseralhida.
  2. Tetrosa yaitu eritrosa.
  3. Pentosa berupa ribosa, liksosa dan deoksiribosa.
  4. Heksosa berupa glukosa, idosa, galaktosa dan fruktosa.

Polisakarida

Polisakarida seringkali dinamakan sebagai senyawa bukan gula, dikarenakan rasanya memang tidak manis. Polisakarida ini merupakan senyawa yang terdiri atas ratusan ataupun bahkan ribuan satuan monosakarida per molekul.

Seperti halnya pada disakarida, satuan-satuan dari polisakarida memang saling berhubungan antara satu dengan lainnya secara glikosidik serta dapat dicegah dengan cara hidrosilisis. Selain itu, polisakarida merupakan polimer yang secara alami dapat terbentuk. Bahkan keberadaan polisakarida dianggap berasal dari ketosa atau aldosa dengan polimersasi kondensasi.

Polisakarida yang dikenal memiliki molekul besar akan lebih mudah ditemukan adanya variasi-variasi di dalamnya. Variasi ini sendiri seringkali dapat dilihat perbedaannya berdasarkan sifat-sifat fisiknya. Dimana menurut strukturnya dikenal poliskarida bercabang dan lurus.

Semakin banyaknya cabang yang dimiliki oleh suatu molekul menjadikan polisakarida cenderung lebih lengket. Polisakarida juga biasa dinamai sesuai dengan monomer penyusunnya. Untuk polisakarida yang tersusun atas glukosa akan diberi nama glukan.

Sementara itu polisakarida yang tersusun dari mannosa dinamai dengan istilah mannan. Adapun monomer polisakarida tersebut adalah arabinosa, fruktosa, galaktosa, xilosa dan mannosa masing-masing mempengaruhi penamaan polisakarida yang berbeda satu sama lain seperti yang sudah dicontohkan dalam pembahasan sebelumnya.

Baca Juga :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Pengertian dan Definisi Disakarida, Monosakarida dan Polisakarida

  1. Pingback: Mengenal Perbedaan Serat, Gula dan Tepung | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *