Pengertian dan Definisi Ekson

Pengertian dan Definisi Ekson – Dalam tubuh suatu organisme terdapat DNA yang membawa gen dari induk ke anakannya atau keturunannya. Gen merupakan unit pewarisan sifat pada makhluk hidup.

1

Dari penelitian yang di lakukan oleh para ilmuwan awalnya berfikir jika setiap gen akan menghasilkan protein tunggal namun lama kelamaan, anggapan tersebut salah. Dalam gen tepatnya pada sel eukariot terdiri dari 4 struktur yaitu domain regulasi inisiasi transkripsi, intron, ekson dan domain regulasi akhir transkripsi.

Ekson

Pada saat DNA disalin menjadi bentuk RNA, terdapat beberapa informasi yang tidak diperlukan dan tidak perlu disertakan dalam produk akhir karena dianggap bentuk dari RNA tersebut belum matang.

Informasi yang tidak diperlukan, akan dihapus untuk menciptakan produk atau hasil yang fungsional. RNA yang merupakan hasil dari transkripsi dari DNA dan memiliki tugas untuk menjadi perantara pembawa urutan protein pada proses translasi dinamakan mRNA atau messenger-RNA.

Dalam gen terdapat ekson yang merupakan nama yang digunakan untuk urutan nukleotida tetap dalam mRNA yang matang. Ekson juga merupakan area kodikasi dari protein yang dapat ditranskripsi dengan cara ovelaping ataupun nonoverlaping. Sedangkan intron adalah nama daerah yang disambung atau dihapus.

Selama RNA splicing, inton akan dibuang dan ekson yang kovalen akan bergabung dengan ekson yang lainnya. Setelah semua intron telah dibuang, mRNA yang telah dihasilkan atau non pengkodean RNA akan dianggap sebagai gen yang matang.

Terdapat perbedaan dari intron dan ekson diantaranya yaitu:

  • Ekson lebih sering diekpresikan ketika intron diam walaupun keduanya merupakan yurutan nukleotida gen.
  • Jika intron ditemukan di dalam gen, maka ekson ditemukan di kedua ujung gen.
  • Ketika terjadi mutasi, terkadang intron lebih memiliki dan memberikan kontribusi pada nukleotida.
  • Pada RNA matang, hanya terdapat ekson.
  • Ekson memiliki fungsi yaitu untuk mengekpresikan gen.

Penemu

Istilah ekson pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli biokimia yang berasal dari Amerika yang bernama Walter Gilbert. Definisi yang dikemukakan oleh Gilbert merujuk pada suatu urutan pengkodean protein transkrip dan telah diperluas hingga urutan penting untuk bentuk lain atau hasil dari RNA, dan mencakup RNA ribosom dan RNA transfer. Kunci dari bagian yang dianggap sebagai ekson adalah bagian dari daerah transkrip atau apapun yang tertinggal dan memiliki fungsi.

Transkrip Matang

Pada proses pembuatan transkrip matang melibatkan hubungan antara DNA, RNA yang belum matang dan yang telah matang. Dari hubungan tersebut, hanya terdapat satu untai DNA yang disalin atau termasuk ke RNA.

Dari penyalinan yang dilakukan persis tersebut, menghasilkan intron dan ekson. Ekson dapat ditemukan di kedua sisi dari intron. Intron akan dipotong dari transkrip tersebut dan ekson akan bergabung ke spliceosome dan semua proses tersebut terjadi di dalam inti.

Splicing Alternatif

Teori sebelumnya menyebutkan jika satu gen diperuntukkan untuk satu protein kemudian terdapat atau penelitian mengenai splicing alternatif. Jika cara tersebut terjadi pada protein tertentu, akan menghasilkan protein yang berbeda.

Hal tersebut dikarenakan pola splicing memiliki kemampuan untuk diubah sehingga menghasilkan protein baru. Dalam beberapa hal, splicing alternatif dapat terjadi secara spesifik pada jaringan yang ada di bawah kondisi seluler tertentu.

Protein yang berbeda tersebut dikarenakan transkrip dari splicing alternatif mRNA belum matang yang diatur sistem aktivator dan represor. Unsur tersebut akan mengikat ke bagian tertentu dari transkrip sehingga protein regulator akan mendukung ataupun mengurangi penggunaan keterlibatan.

 

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *