Pengertian dan Definisi Masyarakat Tradisional Serta Cirinya

Pengertian dan Definisi Masyarakat Tradisional Serta Cirinya – Masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang masih menjunjung tinggi leluhurnya serta memegang teguh semua adat istiadatnya.

Secara umum masyarakat tradisional memiliki pandangan bahwa untuk melaksanakan warisan nenek moyang adalah nilai-nilai hidup, harapan, norma, cita-cita, kebutuhan dan kewajiban hingga kebanggaan.

Untitled

Melaksanakan tradisi dari leluhur artinya menjaga keharmonisan seluruh masyarakat, sebaliknya melanggar tradisi artinya merusak keharmonisan masyarakat.

Oleh karenanya masyarakat tradisional cenderung tertutup dan menaruh curiga terhadap unsur-unsur budaya asing. Mereka menganggap budaya asing merusak keharmonisan hubungan sesama masyarakat.

Pelanggaran norma dan nilai akan mendapatkan reaksi keras dari seluruh anggota masyarakat akibat adanya kontrol sosial yang kuat antar warga masyarakat.

Selain itu, masyarakat tradisional juga cenderung bersikap primordial sehingga saat terjadi pelanggaran pada tradisi bisa mendapatkan pengucilan dan sanksi hingga pengusiran. Sanksi masyarakat tradisional bukan hukuman fisik semata, termasuk hukuman batin akibat ketergantungan antar masyarakat yang kuat.

Ciri-ciri masyarakat tradisional secara umum meliputi:

  1. Memiliki anggota yang relatif kecil sehingga hubungan sesama warga masyarakatnya cukup kuat
  2. Memiliki aturan yang mengikat dan harus dipatuhi anggota masyarakatnya
  3. Masyarakat homogen yang nampak dari tradisi, keturunan hingga mata pencahariannya
  4. Memiliki sikap tertutup hingga cenderung curiga terhadap unsur budaya asing
  5. Mobilitas sosial relatif rendah karena puas dengan sesuatu yang sudah dimiliki
  6. Kehidupan sosial statis atau lambat mengalami kemajuan
  7. Memiliki hubungan emosional kuat dengan alam kelahirannya. Alam dipandang sebagai sesuatu yang dahsyat dan tidak terelakkan
  8. Sikap religius sangat kuat dan patuh pada sesuatu yang menjadi kepercayaan

Terkadang masyarakat tradisional disebut sebagai masyarakat primitif yang merupakan masyarakat di era modern dengan penguasaan teknologi yang tergolong rendah.

Kenyataannya masyarakat tradisional seperti Inggris dan Jepang sudah memiliki teknologi tinggi dengan masyarakat yang masih menjunjung nilai-nilai tradisi secara kuat.

Baca Artikel Lainnya :

Begitu juga dengan beberapa etnis Indonesia, di satu sisi mereka hidup menggunakan teknologi modern.

Tetapi di sisi lain mereka masih memegang teguh tradisi mereka. Dengan demikian ukuran masyarakat tradisional yang dinilai identik dengan masyarakat primitif memang kurang tepat.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *