Pengertian dan Definisi Perjanjian International

Pada era globalisasi seperti sekarang, perjanjian internasional berperan penting bagi hubungan internasional antar negara. Sebuah negara dapat menyelenggarakan kerjasama demi mengatur kehidupan antar negara, serta menyelesaikan suatu masalah dengan negara lain dengan didasari perjanjian internasional.

a 103

Perjanjian internasional adalah kesepakatan yang tercapai oleh dua subjek hukum internasional atau lebih, yang menimbulkan hak dan kewajiban bagi setiap pihak yang terlibat dan dilaksanakan berdasarkan hukum internasional.

Perjanjian Internasional dapat digolongkan menjadi beberapa jenis. Apabila berdasarkan jumlah pesertanya, perjanjian Internasional terbagi atas perjanjian bilateral dan perjanjian multilateral.

Perjanjian bilateral adalah perjanjian Internasional yang diselenggarakan oleh dua negara, sementara perjanjian multilateral diselenggarakan oleh jumlah negara yang lebih banyak. Keduanya dibuat demi kepentingan bersama di antara pihak-pihak yang mengadakan.

Bila dibagi berdasarkan strukturnya, terdapat perjanjian yang bersifat law making  dan perjanjian yang bersifat contract. Pada perjanjian yang bersifat law making, terkandung kaidah hukum yang dapat diterapkan secara universal bagi seluruh bangsa dan negara di dunia. Sementara perjanjian yang bersifat contract hanya menimbulkan hak dan kewajiban bagi negara-negara yang terlibat.

Perjanjian internasional juga dapat digolongkan sesuai dengan objek perjanjian; apakah perjanjian tersebut meliputi persoalan politik atau persoalan non-ekonomi.

Sedangkan apabila dilihat cara berlakunya, perjanjian internasional dapat dibagi menjadi perjanjian yang bersifat self-executing atau berlaku dengan sendirinya, dan perjanjian yang bersifat non-self executing ketika penetapannya membutuhkan ratifikasi terlebih dahulu.

Sementara untuk pembagian berdasarkan instrumen, perjanjian internasional ada yang bersifat tertulis dan ada yang lisan. Pada perjanjian tertulis, perjanjian yang telah disetujui kemudian dituangkan menjadi tulisan formal berbentuk tertentu.

Beberapa contoh bentuk perjanjian tertulis antara lain: treaty, convention, agreement, arrangement, dan charter. Bentuk perjanjian internasional lainnya adalah perjanjian internasional lisan, dimana bentuk instrumen yang digunakan dalam perjanjian adalah tidak tertulis, seperti pada deklarasi sepihak atau persetujuan diam-diam.

Ada beberapa tahapan untuk menyelenggarakan sebuah perjanjian internasional. Tahap-tahap penyelenggaraan sebuah perjanjian internasional berbeda-beda, tergantung prosedur manakah yang akan digunakan oleh tiap negara yang mengajukan perjanjian.

Baca Artikel Lainnya :

Apabila prosedur yang digunakan adalah prosedur klasik (normal), maka tahapan umum dari pembuatan sebuah perjanjian internasional adalah perundingan (negotiation), penandatanganan (signature), persetujuan parlemen (the approval of parliament), dan ditutup dengan ratifikasi (ratification).

Tahapan penyelenggaraan menjadi lebih ringkas apabila mengikuti prosedur yang disederhanakan (simplified), yaitu dengan memulai perundingan (negotiation) dan diakhiri dengan penandatanganan (signature).

Negara Indonesia sendiri memiliki ketentuan dalam prosedur penyelenggaraan perjanjian internasional, seperti dijabarkan pada Undang-Undang No. 24 Tahun 2000. Tahapan tersebut adalah dengan memulai penjajakan, kemudian dilanjutkan dengan perundingan, perumusan naskah perjanjian, penerimaan naskah perjanjian, penandatanganan (signature), lalu ditutup dengan pengesahan naskah perjanjian (authentication of the text).

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *