Pengertian dan Jenis Teater

Diantara kita pasti pernah menonton pertunjukan teater, namun kebanyakan orang masih memiliki pengetahuan yang minim tentang teater. Jika mendengar nama teater saat ini, yang langsung terbayang mungkin adalah gedung bioskop atau tempat dimana suatu pertunjukan seni dilaksanakan.

a 28

Padahal sebenarnya teater tersebutlah yang merupakan sebuah seni. Dalam artikel ini akan di jelaskan mengenai teater dan jenis-jenis teater.

Pengertian Teater

Secara etimologis, memang kata teater dapat di definisikan sebagai tempat atau gedung pertunjungkan namun secara istilah teater diartikan sebagai segala hal yang dipertunjukan di atas pentas untuk para penonton.

Secara luas, teater adalah segala adegan peran yang dipertunjukan di depan orang banyak, seperti ketoprak, wayang, dagelan, sulap, dan lain-lain. Sedangkan secara sempit teater dideskripsikan sebagai sebuah drama perjalanan hidup seseorang yang dipertunjukan di atas pentas dan disaksikan orang banyak dan berdasarkan naskah yang tertulis.

Dalam perkembangannya, istilah teater selalu dikaitkan dengan kata drama. Hubungan kata “teater” dan “drama” bersandingan sedemikian erat padahal kedua hal tersebut sangatlah berbeda.

Drama merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani Kuno “draomai” yang berarti bertindak atau berbuat,  Dengan kata lain drama itu sendiri merupakan salah satu unsur dari teater.

Dari penjelasan tersebut dapat dikatakan bahwa istilah “teater” berkaitan langsung dengan pertunjukan, sedangkan “drama” berkaitan dengan peran atau naskah yang dipentaskan. Jadi dapat disimpulkan pengertian dari teater adalah visualisasi dari drama yang dipentaskan di atas panggung dan disaksikan oleh penonton.

Jenis-Jenis Teater

1. Teater Boneka

Teater Boneka sudah ada sejak Zaman Kuno. Sisa-sisa peninggalan dari teater boneka ini banyak ditemukan di makam-makan India Kuno, Mesir dan Yunani. Teater Boneka dipentaskan untuk menceritakan legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius. Di Indonesia sendiri teater boneka banyak di kenal dengan pertunjukan wayang kulit.

Dalam pementasan ini, wayang dimainkan di belakang layar yang tipis dan sinar lampu digunakan untuk menciptakan bayangan wayang di layar. Pementasan wayang juga biasanya ditujukkan untuk menceritakan legenda dan kisah-kisah religius.

2. Drama Musikal

Drama musikal merupakan pertunjukan teater yang lebih mengedepandakan seni tari, musik, dan seni peran. Disebut sebagai drama musikal karena dalam pementasannya yang menjadi latar belakang teater ini merupakan kombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas.

Drama musikal yang cukup terkenal adalah kabaret dan opera.Kualitas pemain dari drama musikal sendiri tidak hanya dinilai dari penghayatan karakter melalui untaian kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui keharmonisan lagu dan gerak tari yang mereka lakukan.

3. Teater Dramatik

Jenis pementasan dramatik biasanya disebut juga sebagai pementasan dimana sumber ekspresinya didasarkan pada lakon atau naskah drama. Sehingga bisa dikatakan bahwa kekuatan pada berbentuk dramatik ini ada pada dialog serta tokoh-tokoh yang dipentaskan.

Aliran cerita tersaji melalui kata-kata. Karena bermedia kata inilah, maka kecakapan suara pemeran harus benar-benar diperhatikan. Sebab sekali salah mengucapkan kalimat, maka makna kalimat bisa berubah sehingga mempengaruhi pesan yang disampaikan.

Dramatik paling sering diajarkan dan dipentaskan di sekolah atau sanggar-sanggar teater, karena naskah sebagai tuntunan, maka semua ekspresi artistik bermula dari naskah tersebut. Oleh karena itu, pola pengajaran dianggap lebih mudah karena dengan memahami naskah dan menggunakannya sebagai panduan ekspresi, proses penciptaan karakter bisa dikerjakan lebih terarah.

4. Teatrikalisasi Puisi

Teatrikalisasi puisi merupakan pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi. Teatrikalisasi puisi memberikan kesempatan bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan lakon dan tata artistik di atas pentas.

Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan, dalam teatrikal puisi tidak hanya dibacakan saja ada unsur teartikalasi dimana para pemain harus mengedepankan estetika puitik di atas pentas Oleh karena itu, di dalam sebuah teatrikalisasi puisi tata panggung dan blocking akan dirancang sedemikan rupa agar makna puisi yang dimaksud bisa ikut tersampaikan.

5. Teater Gerak

Teater gerak merupakan pertunjukan teater dengan unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pertunjukan teater gerak akan sangat minim sekali atau bahkan tidak ada penggunaan dialog. Teater gerak yang paling populer dan tetap disukai sampai saat ini  adalah pantomim.

Sebagai sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya semaksimal mungkin agar makna yang ingin disampaikan melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya dapat tersampaikan.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *