Pengertian dan Penjelasan Pergerakan Semu Matahari

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang pergerakan semu matahari yang meliputi pengertian pergerakan semu matahari, penjelasan pergerakan semu matahari, dan penyebab pergerakan semu matahari. Tanpa berlama-lama lagi, mari langsung saja kita bahas satu per satu.

t-86

Secara Astronomis, Negara Indonesia terletak di antara 6° Lintang Utara (LU) hingga 11° Lintang Selatan (LS). Sehingga, Indonesia merupakan Negara tropis dengan dua musim yang dimiliki yaitu musim hujan dan musim kemarau yang bergantian setiap 6 bulan sekali.

Musim hujan berlangsung saat memasuki awal bulan Oktober hingga akhir April, sedangkan musim kemarau berlangsung saat memasuki akhir bulan April hingga awal Oktober. Perubahan antara musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya, terjadi karena adanya pergerakan semu matahari.

Pengertian Pergerakan Semu Matahari

Gerak semu matahari ialah peredaran matahari dari garis khatulistiwa menuju ke garis lintang balik utara 23,5° LU, kembali lagi ke khatulistiwa dan bergerak menuju ke garis Lintang balik selatan 23,5° LS dan akhirnya kembali lagi ke garis khatulistiwa.

Karena peredaran matahari tersebut, mempengaruhi letak tempat terbit dan terbenamnya matahari yang setiap harinya tidak sama atau tidak menetap. Sebab, setiap hari akan terjadi pergeseran dari letak terbit dan terbenamnya matahari jika dibandingkan dengan letak terbit atau terbenamnya matahari di hari kemarin.

Penyebab Gerak Semu Matahari

Adanya gerak semu terjadi karena suatu proses revolusi atau perputaran bumi mengelilingi matahari, sehingga dapat dikatakan jika yang berubah merupakan posisi bumi terhadap matahari.

Akibat dari proses revolusi tersebut, menghasilkan pergeseran semu letak terbit atau terbenamnya matahari setiap harinya.

Pengaruh Gerak Semu Matahari

Pergerakan bumi yang mengelilingi matahari disebut dengan revolusi bumi. Ketika berevolusi, bumi juga berputar pada porosnya. Sehingga, mengakibatkan seolah-olah matahari mengelilingi bumi pada garis balik lintang utara 23,5° LU dan garis balik lintang selatan 23,5° LS.

Pergerakan inilah yang kemudian dinamakan sebagai gerak semu matahari. Karena adanya pergerakan ini, menyebabkan adanya perbedaan panas matahari yang didapatkan permukaan bumi dan mengakibatkan Negara kita Indonesia memiliki dua musim yaitu hujan dan kemarau.

Selain itu, akibat lain adanya gerak semu matahari ialah terjadinya perubahan gerak angin yang kita kenal sebagai angin muson.

Wilayah-wilayah bumi yang berada di lintang yang lebih tinggi, akan lebih sedikit mendapatkan sinar matahari jika dibandingkan dengan wilayah bumi yang berada di lintang yang lebih rendah.

Berdasarkan perbedaan letak lintang, terjadilah klasifikasi iklim matahari yang diperkenalkan oleh Supan dan Rubner. Posisi lintang Wilayah Indonesia terletak di 6° Lintang Utara dan 11° Lintang Selatan.

Dari klasifikasi yang diperkenalkan oleh Span dan Rubner, Indonesia memiliki iklim tropika yang memiliki dua musim sajam yaitu musim hujan dan kemarau.

Baca Artikel Lainnya :

Sekian pembahasan kita kali ini mengenai pengertian dan penjelaan pergerakan semu matahari. Semoga pembahasan kali ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *