Pengertian dan Perkembangan Genetika

Pengertian dan Perkembangan Genetika – “Buah jatuh tidak jauh dari pohonya”, begitulah sebuah pepatah yang sering kita dengar ketika ada seseorang yang mengumpamakan betapa miripnya seorang anak dengan orang tua atau garis keturunannya.

Hal ini dapat dilihat secara fisik maupun secara emosional, dan pada akhirnya memunculkan pemikiran – pemikiran dasar mengenai hal tersebut, namun seperti yang sudah diketahui secara umum bahwa setiap orang yang dilahirkan di dunia ini memiliki gen yang berbeda – beda, tidak ada satupun, dua mahluk hidup yang memiliki gen sama persis namun pada dasarnya seseorang memiliki warisan gen daripada orang tuanya yang membuat seorang anak dan orang tuanya memiliki kemiripan.

Nah ada sebuah cabang ilmu yang muncul dari pemikiran – pemikiran dasar yang tadi disebutkan sebelumnya, yaitu cabang ilmu biologi yang secara khusus focus kepada ilmu genetika, dimana pada ilmu genetika ini kita dapat mempelajari asal muasal timbulnya gen yang dimiliki oleh mahluk hidup.

Genetika merupakan sebuah kata yang diadopsi dari Bahasa Inggris yaitu kata genetics, dan kata tersebut berasal dari salah satu kata dalam Bahasa Latin, yaitu Genos yang artinya suku bangsa atau asal usul. Sehingga dari arti kata tersebut dapat disimpulkan bahwa ilmu genetika merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari mengenai keturunan yang sangat perlu untuk dibahas agar dapat mengetahui bagaimana sifat keturunan (hereditas) yang di wariskan kepada garis keturunan mahluk hidup (tumbuhan, hewan, dan manusia) dan suborganisme mahluk hidup (virus dan prion) serta variasi yang mungkin muncul.

Perkembangan Genetika

Perkembangan genetika sudah ada sebelum abad XIX yang disebut sebagai pre-mendel, dan pada 6000 tahun yang lalu, bangsa babylonia telah menyusun silsilah kuda untuk memperbaiki keturunannya, kemudian beberapa abad selanjutnya Bangsa China telah mengenal seleksi terhadap benih – benih padi untuk mencari sifat – sifat unggul pada tanaman tersebut. Amerika dan Eropa pun tidak ketinggalan, pada beberapa ribu tahun yang lalu dimana masyarakatnya melakukan seleksi dan penyerbukan silang terhadap gandum dan jagung yang asalnya dari rumput liar.

Namun semua usaha dan percobaan yang telah dilakukan belum dikaji secara ilmiah, sehingga belum dapat dipastikan bahwa genetika dari mahluk hidup dapat diwariskan kepada garis keturunann selanjutnya.

Gregor Mendel (1822 – 1884 ) yang dianggap sebagai ‘Bapak Genetika’ karena telah memberikan dasar mengenai cabang ilmu pengetahuan genetika modern.

Hal ini dilakukannya dikarenakan beliau memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap tumbuhan, apabila diulas kembali dinyatakan pada beberapa literature bahwa Ayah dari Mendel adalah seorang petani buah di Austria yang membuatnya menjadi sangat tertarik dengan mahluk hidup khususnya tumbuhan.

Lambat laun Mendel kecil bertumbuh dewasa dan menjadi pemuda yang tertarik dengan penyerbukan silang, singkat cerita ketika dia menyelesaikan sekolahnya di universitas dan kembali menjadi rahib yang kemudian banyak sekali dilakukan percobaan terhadap tumbuhan dan beberapa jenis binatang, yang kemudian beliau mendapatkan sebuah hasil dengan mengamati suatu macam sifat keturunan (karakter) dari generasi ke generasi selanjutnya yang kemudian beliau kaji secara matematis tentang sifat genetis dari karakter tersebut, yang mana factor genetisnya beliau sebut sebagai determinant yang menjadi keunggulan daripada Mendel dibandingkan dengan percobaan silang yang dilakukan oleh orang – orang sebelumnya.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *