Pengertian dan Prinsip Pendidikan Karakter

Pengertian dan Prinsip Pendidikan Karakter – Pendidikan karakter adalah pendidikan nilai mengenai cara berpikir dan berperilaku seseorang yang menjadi ciri khas pribadi tersebut ditinjau dari titik tolak etis atau moral yang berlaku di masyarakat.

Pendidikan karakter melingkupi pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, dan pendidikan sifat.

Tujuan dari pendidikan karakter sendiri adalah membentuk suatu pribadi menjadi pribadi yang memiliki akhlak mulia dan bermoral, serta memiliki kepedulian dan komitmen untuk menerapkan kebajikan sebagai suatu kebiasaan hidup.

Pendidikan karakter juga memiliki fungsi lain, yaitu:

  • Membentuk dan mengembangkan potensi yang dimiliki individu.
  • Memperbaiki dan memperkuat peran individu bahkan suatu kelompok masyarakat untuk pada akhirnya memiliki rasa tanggung jawab untuk membangung bangsa.
  • Menyaring budaya-budaya maupun nilai-nilai yang diterima.

Tentunya, karakter seseorang dapat dilihat dan dibentuk dari berbagai aspek dan tidak hanya terpaku pada suatu nilai. Beberapa nilai yang dapat membentuk karakter yaitu, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreativitas, kepedulian, tanggungjawab, dan banyak lagi. Nilai-nilai tersebut pada hakikatnya adalah apa-apa saja yang disebut baik oleh masyarakat.

Dalam pendidikan karakter, terdapat beberapa prinsip yang perlu untuk dilakukan, yaitu:

  • Mempromosikan nilai dasar etika sebagai basis karakter.
  • Mengidentifikasi karakter secara komperhensif supaya mencakup pemikiran, perasaan, dan perilaku.
  • Menggunakan pendekatan yang tajam, proaktif dan efektif untuk membangun karakter.
  • Menciptakan komunitas sekolah yang memiliki kepedulian.
  • Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mewujudkan perilaku yang baik.
  • Memiliki cakupan terhadap kurikulum yang bermakna dan menantang yang menghargai semua peserta didik, membangun karakter mereka, dan membangun mereka untuk sukses.
  • Mengusahakan tumbuhnya motivasi diri pada peserta didik.
  • Memfungsikan seluruh staf sekolah sebagai komunitas moral yang berbagai tanggung jawab untuk penidikan karakter yang setia pada nilai dasar yang sama.
  • Adanya pembagian kepemimpinan moral dan dukungan yang luas dalam membangun inisiatif pendidikan karakter.
  • Memfungsikan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra dalam usaha membangun karakter. Mengevaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai guru-guru karakter dan manifestasi karakter positif dalam kehidupan peserta didik.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *