Pengertian Kalium, Fungsi, kebutuhan, Defesiensi dan Tanda – Tanda Oksitas Kalium Pada Ternak

Pengertian Kalium, Fungsi, kebutuhan, Defesiensi dan Tanda – Tanda Oksitas Kalium Pada Ternak – Terimah kasih telah berkunjung keblog ini kembali, dalam kesempatan ini akan mengulas tentang kalium yang ada di dalam non ruminsia dan ruminansia. yang semoga dapat membantu para pelajar, mahasiswa dan juga lainnya

a. Defenisi kalium pada ternak

Kalium ( Potassium )pada ruminansia dan non ruminansia adalah suatu unsur berupa pergerakan, kalium ini berkerja dengan baik dengan bantuan oksigen dan juga air. Kandungan kalium ini akan memainkan peran penting dalam tubuh bersama natrium, klorin, dan bikarbonay ion regulation osmotic dalam cairan tubuh.

b. Fungsi Kalium pada ternak

terutama sebagai ikation sel selain itu juga berfungsi memelihara keseimbangan yang berhubungan dengan asam basa dan keseimbangan osmotis yang tepat kalium mengaktifkan juga beberapa enzim interseluler, dan dibutuhkan untuk aktifitas jantung yang normal dan mengusahakan efek yang sebaliknya dengan kalsium, mengurangi perpendekan dari otot jantung dan lebih memberikan relaksasi. kalium berperan penting dalam saraf dan otot rangsangan , dan juga khawatir di Metabolisme karbohidrat

c. Kebutuhan kalium pada ternak

Kebutuhan kalium yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil pada ruminansia yaitu 0,19% sedangkan pada unggas 0,17% dalam ransum. Kandungan kalium dalam ransum normal biasanya kira- kira 1,0% di atas kebutuhan minimum pada anak ayam dan hewan lainnya.

d. Sumber kalium pada ternak

Pakan hijauan adalah sumber mineral K yang sangat baik, dan biasanya mengandung 1- 4% K, tergantung pada umur. Kandungan K pakan hijauan biasanya menurun dengan meningkatnya umur. Butir- butiran sereal mengandung K yang relatif sangat sedikit. Pakan kosentrat tinggi biasanya membutuhkan suplementasi k, kecuali bila hijauan dengan K tinggi atau suplemen protein ditambahkan dalam pakan. Potassium dapat disuplementasikan kedalam pakan sapi sebagai potasium klorida, potasium bikarbonat, potasium sulfat, atau potasium karbonat.potasium bisa ditemukan di semua jaringan hewan dan tanaman. Sebagian besar bahana makanan merupakan sumber mineral K yang baik, termasuk sayur- sayuran berdaun hijau, buah- buahan. Sumber k yang lain, misalnya adalah beras merah, jagung, bawang, jahe, dan produk kedelai, termasuk tahu.

e. Defesiensi kalium pada ternak

Defisiensi kalium dapat mengakibatkan penurunan konsumsi pakan dan pertambahan berat badan,pica,bulu kasar, dan otot melemah. Telah disebutkan bahwa pada kondisi alami, defisiensi k yang ebat tidak akan terjadi pada ternak termasuk sapi, karena ternak biasanya merumput di pasture yang kaya akan mineral K. Konsentrasi K dalam pakan merupakan indikator yang baik tentang status kalium. Indikator awal defisiensi K marginal adalah penurunan konsumsi pakan, tetapi depresi konsumsi pakan ini biasanya kecil, sehingga ada kesulitan untuk mendeteksi defisiensi K pada kondisi lapangan.

Pada anak ayam, tanda- tanda defisiensi K antara lain meliputi pertumbuhan yang terhambat, lemah dan tetani, dan bisa diikuti dengan kematian. Tanda- tanda defisiensi K, termasuk paralisis yang hebat, bisa terjadi pada anak sapi yang diberi makanan susu sintetis dengan kandungan K yang rendah.

F. Absorpsi, distribusi dan metablisme Kalium

Kalium diapsorpsi dalam jumlah yang tinggi dari rumen dan omasum, serta juga usus kecil. Ekses K normalnya diekskresikan dari dalam tubuh terutama di dalam urine. Jumlah ingesti K yang diapsorpsi sangat tinggi, kira- kira 90% dari jumlah yang dikonsumsi. Imbangan sodium dan potasium adalah penting. Ekses konsumsi sodium bisa menyebabkan deplesi K. Defesiensi magnesium juga bisa mengakibatkan kegagalan dalam hal mempertahankan. Sebaliknya, konsumsi K yang tinggi (berlebihan) bisa menggangu apsorpsi dan metabolisme magnesium,dan bisa bisa menjadi suatu faktor penting yang mempengaruhi terjadinya tetani hipomagneseamik.

Potasium ditransportasikan ke dalam cairan ekstraseluler. Distribusi K diantara sel- sel dikontrolsecara ketat dengan hanya 1,5- 2,5% dari total K tubuh yang ditemukan di dalam cairan ekstraseluler. Sejumlah besar proporsi K di dalam tubuh di temukan di dalam otot, dan juga terdapat dengan jumlah yang tinggi didalam darah, sistem syaraf pusat, usus kecil, hati, paru- paru, dan kulit.

g. Tanda – tanda Tosisitas kalium

Administrasi oral K yang akut pada hewan dapat menyebabkan perubahan imbangan asam- basa, hiperkalaemia, perubahan laju respiratori dan hipernatraemia. Administrasi oral K klorida yang akut pada hewan dapat mengakibatkan kematian karena kegagalan respiratori, dengan gastroenteritis dan nekrosis tubular renal. Pengaru toksisitas yang diproduksi oleh K nitrat, dan K iodat, atau K bromat adalah atribusi dari anion- anion, seperti nitrat, bromat dan iodat.

Pada nak sapi, peningkatan kandungan K pakan dari 2,77- 6,77% dalam bahan kering dapat mengakibatkan reduksi konsumsi pakan dan hambatan pertambahan berat badan. NRC (1980) telah menentukan toleransi terhadap K, maksimum sebesar 3%.

Demikianlah ulasan tentang kalium bagi ternak non ruminansia dan ruminansia semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca.

Baca juga :Mengetahui Fungsi, Sumber, Absorbsi, dan Kebutuhan Pada Clorida

Loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *