Pengertian Limbah Berbahaya dan Bagaimana Memanfaatkannya?

Pengertian Limbah Berbahaya dan Bagaimana Memanfaatkannya? – Limbah berbahaya atau lebih dikenal dengan limbah B3 merupakan limbah yang mengandung zat berbahaya dan beracun yang dapat memberi dampak negatif pada lingkungan ataupun kehidupan makhluk hidup secara langsung ataupun secara tidak langsung.

Pengolahan limbah B3 terkandung dalam peraturan pemerintah No. 18 tahun 1999. Tujuan pengolahan limbah B3 yaitu untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dan untuk pemulihan lingkungan yang telah tercemar.

Limbah B3 dikelompokkan menjadi 2 kategori yaitu berdasarkan sumber (sumber spesifik, tidak spesifik dan dari bahan kimia yang kadaluarsa, tumpahan, limbah yang tidak memenuhi spesifikasi dan bekas kemasan) dan berdasarkan karakteristik.

limbagh

Golongan limbah berdasarkan karakteristik ini berdasarkan pada limbah yang:

  1. Mudah meledak.
  2. Pengoksidasi.
  3. Mudah menyala.
  4. Sangat mudah menyala.
  5. Beracun.
  6. Sangat beracun.
  7. Amat sangat beracun.
  8. Berbahaya.
  9. Korosif.
  10. Bersifat iritasi.
  11. Karsinogen.
  12. Teratogenik.
  13. Mutagenik.
  14. Berbahaya bagi lingkungan.

Sebelum melakukan pengolahan, harus memenuhi syarat diantaranya lokasi pengolahan bebas banjir dan mempunyai lokasi minimal 50 meter dari fasilitas umum, 50 m dari jalan lain, 150 m dari jalan utama, 300 m dari tempat aktivitas penduduk dan sumur atau wilayah perairan penduduk dan dari wilayah yang dilindungi. Fasilitas yang digunakan juga harus memenuhi persyaratan yaitu harus memiliki sistem keamanan, pencegahan kebakaran, sistem yang dapat menanggulangi keadaan darurat, peralatan yang sesuai dan karyawan yang mumpuni.

Sebelum diolah, limbah harus diidentifikasi untuk mengetahui kandungan sehingga dapat diterapkan langkah yang tepat untuk pengolahan limbah. Pengolahan limbah meliputi proses berikut:

  1. Secara kimia
  2. Secara fisika
  3. Stabilisasi atau solidifikasi untuk mengurangi potensi racun dalam limbah sebelum ke tempat penimbunan limbah akhir.
  4. Insinerasi adalah proses pembakaran limbah dengan alat khusus insinerator yang memiliki efisiensi dalam pembakaran harus mencapai 99,99% atau lebih. Artinya jika limbah B3 yang ingin dibakar memiliki berat 10 kg maka abu pembakaran tidak boleh lebih dari 10 gr atau 0,01 kg.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *