Pengertian Majas dan Macam-macam Majas serta Contohnya

Pengertian Majas

Pengertian majas secara sederhana ialah sebagaisuatu gaya bahasa. Lebih jelasnya, majas merupakan suatu gaya bahasa yang digunakan untuk membuat susunan kalimat menjadi lebih indah dan memiliki kesan bagi setiap pembacanya.

Majas juga diartikan sebagai gaya bahasa yang menggunakan perumpamaan/kiasan untuk menciptakan kalimat yang indah baik tertulis maupun lisan sehingga dengan majas pada sebuah karya sastra dapat memberikan atau menciptakan kesan imajinatif bagi penikmatnya.

o 80

Macam-macam Majas dan Contohnya

1. Majas Perbandingan

  • Asosiasi/Perumpamaan

Perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda.

Contohnya, Ototnya bagaikan besi.

  • Metafora

Mengungkapkan sesuatu dengan perbandingan langsung dan tepat atau memiliki sifat yang sama atau hampir sama.

Contohnya, Dia adalah kembang desa di kampungnya.

  • Personifikasi

Melukiskan suatu benda mati menjadi seolah-olah benda hidup.

Contohnya, Api melahap banyak rumah di desa itu.

2. Majas Pertentangan

  • Paradox

Mengungkapkan dua hal atau dua situasi yang yang seolah-olah bertentangan padahal keduanya sama atau benar.

Contohnya, Dii balik canda tawa tersimpan tetesan air mata kesedihan.

  • Antithesis

Ungkapan yang menggunakan paduan kata yang berlawan arti.

Contohnya, Tua muda sama-sama merasakan cinta.

  • Hiperbola

Melebih-lebihkan sesuatu menjadi tidak masuk akal.

Contohnya, Ibu itu menangis darah saat kehilangan anaknya.

  • Litotes

Mengungkapkan sesuatu yang berlawanan dari kenyataannya dengan merendahkannya.

Contohnya, Mampirlah kapan-kapan ke gubuk saya.

3. Majas Sindiran

  • Ironi

Menyatakan sesuatu yang berlawanan dengan maksud untuk menyindir.

Contohnya,Cepat sekali kau datang sampai acaranya sudah selesai.

  • Sinisme

Sama halnya seperti majas ironi, namun sindirannya lebih menggunakan kata negative.

Contohnya, Bicaranya seperti orang yang tidak mengenyam bangku sekolah.

  • Sarkasme

Majas sindiran yang paling kasar dan menyakitkan.

Contohnya, Dasar mulut buaya, omongannya tidak ada yang bisa dipercaya.

4. Majas Penegasan

  • Pleonasme

Menggunakan kata yang sebenarnya tidak diperlukan.

Contohnya, Saat gempa semua penghuni rusun turun ke bawah untuk menyelamatkan diri.

  • Repetisi

Pengulangan kata berkali-kali untuk menegaskan sesuatu.

Contohnya, Cinta itu buta, cinta tidak mengenal usia dan cinta tidak memandang harta.

Baca Artikel Lainnya :

  • Paralelisme

Sama halnya seperti majas repetisi, namun lebih banyak digunakan dalam puisi.

Contohnya,Maafkanlah kesalahanku, Maafkan egoku, maafkan ketidaksempurnaanku.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *