Pengertian Matahari

Mas Joko    April 16, 2019    No Comments on Pengertian Matahari

Pengertian Matahari – Ketika kita memandangi langit di malam hari, kita akan melihat titik-titik kecil bercahaya yang biasa kita sebut bintang.

Pengertian Matahari

Pengertian Matahari

Di siang hari kita melihat matahari yang senantiasa menyinari seisi bumi yang sebenarnya matahari ini pula merupakan salah satu bintang di alam semesta. Matahari hanyalah salah satu bintang dari sekitar 100 milyar bintang yang ada di Galaksi Bimasakti.

Matahari meupakan bola gas yang amat besar dan menyala sangat panas. Diameter matahari kurang lebih 1.4 juta km dan massanya 1.99 x 1020 kg atau 333.000 kali masa bumi. Massa matahari yang begitu besar menjadikan matahari mempunyai gaya tarik gravitasi yang besar pula.

Gravitasi matahari ini sebesar 28 kali lebih kuat daripada gravitasi yang dimiliki bumi. Oleh karena memiliki gaya gravitasi yang besar inilah matahari mampu menyatukan planet-planet, asteroid, komet dan lainnya menjadi satu kesatuan sehingga matahri menjadi pusat dari tata surya.

Matahari terdiri atas gumpalan gas berpijar dengan suhu dipusat mencapai 14.000.000oC dan di permukannya mencapai kurang lebih 6000oC, hal ini menjadikan matahari mampu menguapkan hampir semua zat yang ada di bumi.

Namun, dengan cahaya dan panas matahari inilah yang menyebabkan adanya kehidupan di bumi. Baik secara langsung maupun tidka langsung, cahaya dan panas matahari inilah yang memberikan energi kepada semua mahluk hidup di bumi.

Bagian dalam matahari terdiri atas tiga daerah utama yaitu inti, zone radiative dan zone konveksi. Inti matahari merupakan pusat matahari yang memiliki diameter ±500.000km.

Pada bagian inti matahari ini terjadi reaksi fusi atom-atom hirdrogen (H) yang berubah  menjadi helium dan reaksi inilah yang kemudian akan menghasilkan panas dan cahaya. Suhu inti matahari mencapai ±14 jutaoC.

Aliran energi yang dhasilkan oleh inti matahri dialirkan melalui du acara yaitu secara radiasi (pancaran) dan secara konveksi (aliran materi).

Bagian permukaan matahari tampak seperti bola putuh yang berpijar dengan cakram matahari atau fotosfer. Bagian ini tebalnya 320 km dan suhunya ±8.000oC.

Dibagian ini terdapat noda-noda hitam tak beraturan yang disebut noda matahri (sunspot). Noda matahri terdiri atas dua bagian yang nyata, yaitu daerah gelap yang disebut umbra (baying-bayang) dan daerah lebih terang yang disebut penumbra (hampir baying-bayang).

Diatas permukaan matahari terdapat atmosfer yang merentang jauh ke atas. Atmosfer matahari sebagian besar terdiri atas hydrogen dan tersusun atas dua lapisan, yaitu lapisan atas dan bawah. Lapisan bawah terdapat kromosfer atau bola warna dan di lapisan atas terdapat korona atau mahkota. Suhu kromosfer dibagian bawah kurang dari 5.000oC.

Makin ke atas suhunya dapat mencapai 10.000oC bahkan 100.000oC dibagian paling atas. Adapun suhu korona jauh lebih tinggi daripada suhu kromosfer yaitu mencapai 2 jutaoC.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *