Pengertian Serta Kegunaan tRNA dan mRNA

Pengertian Serta Kegunaan tRNA dan mRNA – Pada cabang biologi yang lebih khusus membahas tentang metagenom, tentu kita sering mendengar tentang istilah RNA atau sering disebut dengan asam ribonukleat.

Untitled

Baca Artikel Lainnya :

Senyawa kimia ini selalu berada dalam sebuah sel maupun virus, dimana ketika berada di dalam sel, senyawa ini dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu: Messenger atau mRNA, Transfer atau tRNA dan satu lagi yaitu Ribosomal atau rRNA. Pada dasarnya tiga kelompok ini bisa ditemukan dalam ribosome atau produsen protein pada sel, namun ternyata ada kelompok yang bisa ditemukan tidak hanya dalam ribosom ini yaitu tRNA dan mRNA. (Baca Juga : Pengertian Kodon mRNA)

Dua kelompok ini ternyata juga bisa ditemukan pada:

  • Inti sel yang memiliki nukleus,
  • Sitoplasma yaitu ruang sel antara membran dan inti sel.

Pengertian RNA secara sederhana

Apabila dalam sebuah nukleotida RNA diibaratkan sebagai sebuah blok bangunan gedung-gedung, maka tRNA dan juga mRNA merupakan sebuah rantai yang menghubungkan masing-masing blok bangunan tersebut.

Perlu diketahui bahwa nukleotida ini terbentuk dari ribosa (gula), fosfat (kelompok kimia yang memiliki energi tinggi), serta salah satu dari basa nitrogen (dengan satu cincin atau dua cincin) dimana unsur pembangunnya tidak hanya berasal dari atom karbon saja tapi juga atom nitrogen.

Nukleotida ini bisa saling terhubung antara satu dengan yang lain dengan menggunakan gugus fosfat serta gula, dimana basa nitrogen terpasang pada setiap gula ribosa sebagai penyangga atau tulang punggungnya.

Terjadinya sintesis pada tRNA dan mRNA

Proses sintesis yang dilakukan terhadap mRNA dan tRNA bisa terjadi melalui proses yang disebut sebagai pasangan basa (pasangan dasarnya) dan juga transkripsi (dimana rantai RNA terbentuk) selain untai DNA.

Pada dua dari tiga divisi kehidupan utama di bumi, yaitu archaea dan bakteri, RNA melakukan sintesis sepanjang kromosom tunggal dan juga susunan organisasi lain yang terbentuk atas protein dan juga untai DNA. Selain itu, sintesis RNA ini ternyata juga bisa terjadi di dalam nukleus, dimana DNA dibentuk pada kromosom antara satu dengan lainnya.

Pada dasarnya, mRNA dan juga tRNA mengandung sebuah informasi dalam format urutan tertentu dari beberapa kemungkinan dasar pada masing-masing nukleotidanya. Masing-masing urutan ini, kemudian akan disintesis kembali dengan menggunakan dasar urutan nukleotida dan DNA, dimana secara spesifik terjadi pada bagian DNA atau gen yang sering digunakan untuk melakukan sintesis untai RNA selama terdapat proses pasangan basa.

Fungsi atau kegunaan mRNA

Fungsi utama dari setiap molekul maupun rantai mRNA adalah membawa petunjuk tentang bagaimana caranya agar beberapa asam amino dapat dihubungkan menjadi rantai peptida yang nantinya akan menjadi protein. Seperti pembahasan diawal yang mengibaratkan nukleotida sebagai blok bangunan bagi RNA, maka asam amino merupakan blok bangunan dari protein.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini telah mampu menghasilkan kode genetik dimana terdapat 20 asam amino hidup yang dikodekan oleh serangkai basa nitrogen dalam sebuah nukleotida RNA.

Pada akhirnya, pada setiap triplet nukleotida RNA pasti sesuai dengan satu asam amino dan setiap urutan nukleotida tersebut akan menentukan urutan asam amino yang akan dihubungkan pada rantai peptida pembuat protein.

Fungsi atau kegunaan tRNA

Bila mRNA lebih berfungsi sebagai pemberi informasi bagaimana urutan asam amino menuju rantai yang tepat, tRNA lebih berfungsi menjadi penerjemah agar RNA bisa dibaca dalam bahasa protein. Hal ini dimungkinkan karena tRNA memiliki banyak bentuk yang masing-masing mewakili asam amino dan bisa menjadi penghubung dengan kodon RNA yang ada.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *