Pengertian, Tempat, Bahan dan Struktur DNA

Pengertian, Tempat, Bahan dan Struktur DNA – Pada dasarnya setiap tubuh mahkluk hidup yang ada di bumi memiliki DNA yang memiliki banyak fungsi salah satunya dapat berguna mengidentifikasi suatu organisme atau individu.

1

DNA atau asam deoksiribonukleat merupakan biomolekul yang berisi petunjuk atau kode atau instruksi genetika. Setiap mahkluk yang ada di bumi, memiliki DNA yang unik. DNA diturunkan dari induk suatu organisme ke keturunannya selama reproduksi sehingga tidak heran jika keturunannya memiliki sifat yang sama dengan indukannya.

Tempat DNA

Nukleus merupakan tempat khusus dari sel dimana DNA dapat ditemukan. DNA terlindung secara ketat dalam tubuh organisme karena sel ukurannya sangat kecil dan dalam satu organisme, terdapat banyak molekul DNA dalam sel dan bentuk pengemasan DNA disebut kromosom.

Terdapat replikasi DNA atau proses keseluruhan untuk menguraikan DNA bertujuan agar DNA dapat disalin dan diduplikasi. Selain itu, terdapat proses transkripsi sehingga DNA juga terurai untuk membuat protein dan proses biologis lainnya. Selama pembelahan sel, DNA tetap dalam bentuk kromosom yang baik dan kompak dan memungkinkan untuk transfer ke sel baru.

Para peneliti juga menemukan jika DNA terletak pada inti sel yang dikenal dengan DNA nuklir. Set lengkap dari DNA nuklir disebut juga dengan genom.

Pada suatu organisme yang kompleks dan manusia, terdapat DNA dalam jumlah yang kecil dalam struktur sel yang disebut juga dengan mitokondria yang dapat menghasilkan energi untuk sel yang dibutuhkan agar dapat berfungsi dengan baik.

Mitokondira juga terdapat ada sel telur sehingga dalam reproduksi seksual, organisme akan mewarisi semua DNA mitokondira dari induk betina. Akan tetapi DNA yang ada dalam keturunan tersebut tetap mewarisi setengah dari DNA nuklir dari induk betina dan setengah dari induk jantan.

Bahan Pembentuk DNA

Nukleotida merupakan bahan bangunan kimia untuk menyusun DNA. Sedangkan nukleotida terdiri dari 3 bagian yaitu gugus fosfat, gula dan salah satu dari 4 basa nitrogen, yaitu (A) adenin, (T) timin, (G) guanin, (C) sitosin. Untuk membentuk 1 untai DNA, nukleotida akan terhubung ke rantai dengan gula dan gugus fosfat secara bergantian.

Urutan dari basa nitrogen penyusun nukleotida tersebut menentukan intruksi biologis yang terdapat atau terkandung dalam 1 buah untai DNA yang terbentuk. Misalnya jika urutan ATCGCT menginstruksikan seseorang memiliki mata coklat.

Dalam setiap urutan terdapat gen yang merupakan instruksi untuk membuat protein. Ukuran gen yang dihasilkan pada tubuh manusia dapat bermacam-macam yaitu sekitar 1.000-1 juta basa. Dalam tubuh manusia, terdapat catatan lengkap intruksi DNA (genom) sekitar 3 milyar basa, 20 ribu gen pada 46 kromosom.

Pembentukan Protein

DNA diperlukan untuk berkembang, bertahan hidup dan berkembang biak atau bereproduksi dan untuk melakukan fungsi tersebut, terlebih dahulu DNA harus diubah menjadi pesan untuk memproduksi protein. Terdapat 2 langkah:

  • Enzim membaca informasi molekul DNA dan mengubah menjadi mRNA.
  • Informasi dalam mRNA diterjemahkan ke bahasa asam amino yang menjadi bahan pembangun protein dan terdapat sekitar 20 jenis yang dapat menjadi berbagai macam bentuk protein.

Struktur DNA Helix Ganda

Ditemukan oleh Fredrich Miester, ahli biokimia asal Jerman (akhir 1800) yang pertama kali mengamati DNA. 1953, James Watson, Maurice Wilkins, Francis Crick dan Rosalind Franklin lewat karyanya menjelaskan pentingnya DNA.

Para ilmuwan terus meneliti dan menemukan struktur helix ganda DNA lewat pila difraksi sinar-X. Double helix digunakan untuk menggambarkan gulungan DNA dengan struktur kimia 2 untai dengan basa A berpasangan dengan T, C dengan G.

 

Baca Artikel Lainnya :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *