Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat

Pengertian, Unsur, Struktur dan Jenis-Jenis Kalimat – Pengertian Kalimat adalah satuan bahasa yang terdiri dari susunan kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna lengkap. Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan ide secara utuh yang disampaikan melalui lisan maupun tulisan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Kalimat memiliki makna kesatuan ujar yang mengungkapkan suatu konsep pikiran atau perasaan; perkataan. Sedangkan jika dilihat dari sisi lingusitik, kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, memiliki pola intonasi final dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.

Adapun pendapat dari beberapa ahli mengenai definisi kalimat adalah sebagai berikut :

  1. Dardjowidojo ( 1988: 254 )

Menurut Dardjowidojo definisi kalimat adalah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara ketatabahasaan.

  1. Kirdalaksana (2001: 92)

Kridalaksana berpendapat bahwa kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri; mempunyai pola intonasi, dan secara aktual dan potensial terdiri dari klausa;  klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas.

Unsur kalimat

Kalimat terdiri dari beberapa unsur pembentuk yang terdiri dari satuan kata ataupun kelompok kata. Berikut ini adalah penjelasan dari unsur-unsur kalimat :

  1. Subjek

Subjek atau Subyek adalah penanda apa yang diungkapkan oleh pembicara. Biasanya subjek dapat berbentuk kata benda atau kata kerja.

  1. Predikat

Predikat adalah bagian kalimat yang menandai apa yang diutarakan oleh pembicara tentang subjek. Biasanya predikat berupa kata kerja, frasa numeral (bilangan), kata benda, frasa preposisi, kata sifat atau frasa kata sifat.

  1. Objek

Objek merupakan bagian kalimat yang melengkapi kata kerja. Objek dapat berupa kata benda ataupun frasa kata benda.

  1. Pelengkap

Pelengkap (komplemen) sering disamakan dengan objek. Padahal pelengkap berbeda dengan objek, sebab Pelengkap tidak dapat menjadi subjek kalimat jika dipasifkan.

  1. Keterangan

Merupakan bagian kalimat yang berfungsi meluaskan atau membatasi makna subjek ataupun predikat.

Struktur Kalimat

Struktur kalimat adalah bagian-bagian kalimat yang dapat membentuk suatu kalimat yang terdiri dari beberapa unsur kalimat.  Berikut adalah beberapa pola kalimat dasar :

  1. Pola kalimat S-P

Kalimat ini memiliki unsur Predikat dan Subjek.

Contoh :

  • Mereka Sedang berenang = Mereka (S) Sedang Berenang (P)
  1. Pola kalimat S-P-O

Struktur kalimat ini terdiri dari Subjek, Predikat dan Objek

Contoh :

  • Ibu memasak Ikan = Ibu (S) Memasak (p) ikan (o)
  1. Pola kalimat S-P-Pel.

Struktur kalimat ini terdiri Subjek, Predikat dan Pelengkap

Contoh :

  • Anaknya beternak ayam = Anaknya (s) beternak (p) ayam (pel)
  1. Pola kalimat S-P-O-Pel

Struktur kalimat ini terdiri dari Subjek, predikat, Objek dan pelengkap

Contoh :

  • Budi mengirimi saya buah = Budi (s) Mengirimi (p) saya (o) buah (pel)
  1. Pola kalimat S-P-K

Struktur kalimat ini adalah Subjek, predikat dan keterangan

Contoh :

  • Budi berasal dari surabaya = Budi (s) Berasal (P) dari surabaya (k)
  1. Pola kalimat S-P-O-K

Struktur kalimat ini adalah subjek, predikat, objek dan keterangan

Contoh :

  • Budi bermain bola di lapangan = Budi (s) bermain (p) bola (o) di lapangan (k)
  1. Pola kalimat S-P-Pel-K

Struktur kalimat ini adalah Subjek, predikat, pelengkap dan keterangan

Contoh :

  • Budi bercucuran keringat karena berolahraga = Budi (s) Bercucuran (p) Keringat (pel) karena berolahraga (k)
  1. Pola kalimat S-P-O-Pel-K

Struktur kalimat ini adalah Subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan

Contoh  :

  • Budi mengantarkan ibunya kopi setiap pagi = Budi (s) mengantarkan (p) ibunya (o) kopi (pel) setiap pagi (K)

Jenis-jenis kalimat

Berdasarkan pengucapan terdapat dua jenis kalimat, yaitu :

  1. Kalimat langsung : adalah kalimat yang diucapkan secara langsung kepada seseorang yang dituju.

Contoh : ambilkan aku handuk.

  1. Kalimat tidak langsung : kalimat yang menirukan atau mengutip hasil perbicaraan orang lain dengan sama persis.

Contoh : kata budi “tolong ambilkan handuk”

Berdasarkan jumlah frasa atau struktur gramatikal terdapat dua jenis, yaitu :

  1. Kalimat tunggal : kalimat yang terdiri dari satu pola kalimat. Biasanya terdiri dari satu subjek dan satu predikat. Bisa juga dilengkapi Objek atau keterangan
  2. Kalimat majemuk : sebuah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih. Setiap kalimat selalu memiliki klausa yang merupakan paduan antara satu subjek dan predikat, bisa ditambahi objek, pelengkap, maupun keterangan. Jadi kesimpulannya, kalimat ini merupakan sebuah kalimat yang memiliki lebih dari satu subjek, predikat, objek, ataupun pelengkap.

Kalimat majemuk terdiri dari tiga jenis, yakni :

  • Kalimat Majemuk Setara
  • Kalimat Majemuk bertingkat
  • Kalimat Majemuk Campuran

Sedangkan kalimat yang berdasarkan isi dan fungsinya dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu :

  1. Kalimat perintah : kalimat yang ditunjukan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu
  2. Kalimat berita : kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu
  3. Kalimat tanya : kalimat yang berfungsi untuk mendapatkan suatu informasi
  4. Kalimat seruan : kalimat yang isinya mengungkapkan perasaan

Baca Juga :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *