Pengolahan Air Asam Tambang (Acid Mine Drainage)

Pengolahan Air Asam Tambang (Acid Mine Drainage) – Apakah anda sering mendengar air asam tambang? Dalam hati pasti bertanya-tanya air jenis apa itu? Air asam tambang (acid mine drainage) merupakan air lindian (leachate), rembesan (seepage) atau aliran (drainage) karena adanya pengaruh oksidasi mineral sulfide atau sering disebut belerang. Sulfida ini biasanya terkandung pada batuan yang terpapar selama penambangan.

Untitled

Nah air asam tambang ini tidak hanya terjadi pada saat penambangan saja tetapi semua kegiatan yang  yang dapat menyebabkan teroksidasinya mineral sulfide. Dengan demikian akan menyebabkan terbentuknya air asam. Kegiatan seperti pertanian, pembuatan jalan dan drainase, serta  pengolahan lainnya pada daerah yang mengandung mineral belerangpasti akan menghasilkan air asam. Seberapa berbahayanya air asam tambang tersebut? Akhir-akhir ini banyak sekali penambangan sehingga air asam tambang yang dihasilkan perlu ditangani secara tepat agar tidak mencemari lingkungan. Seperti namanya “air asam tambang”, air ini bersifat asam dan beracun. Apabila air asam tambang hasil penambangan langsung dialirkan ke sungai atau laut maka akan mencemari lingkungan tersebut. Apabila pencemar ini sudah melewati ambang batas maka akan menyebabkan ekosistem perairan akan terganggu dengan matinya ika-ikan serta organisme yang ada di dalamnya.

Terus bagaimana cara pengelolaan air asam tambang? Cara pengelolaan air tambang yaitu secara aktif dan pasif. Green Mining (Berau Coal) melakukan pengelolaan air asam tambang secara kimia yaitu menggunakan senyawa alkali kapur padam (Ca(OH)2) yang didapatkan dari industri kapur padam masyarakat di  sekitar Berau. Air asam tambang yang dihasilkan terlebih dahulu dialirkan ke sediment pond yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel padat tersuspensi yang ada dalam air asam tambang. Kemudian dinetralkan dengan menambahkan kapur padam melalui Liming Box yang digerakkan oleh tekanan air. Setelah air asam tambang netral, kemudian diendapkan melalui beberapa kompartemen settling pond.  Setelah prosesnya selesai baru dialirkan dialirkan ke badan air atau sungai.

Metode diatas merupakan metode aktif, metode ini merupakan metode yang cukup efektif tetapi kurang efisien karena membutuhkan biaya yang besar dan besarnya energi eksternal yang digunakan.

Pengembangan pengolahan pasif air asam tambang pada PT. Berau Coal masih dalam skala penelitian pilot project. Metode pasif memanfaatkan sumberdaya yang ada serta dianggap lebih murah yaitu menggunakan limbah bahan organik, tumbuhan air, dan batu gamping. Limbah bahan organik bisa didapatkan dari jerami padi, kompos, serbuk kayu dan bahan organik lainnnya.

Pengelolaan secara pasif dilakukan dengan mengandalkan proses biogeokiamiawi yang berlangsung secara alami sehingga metode ini dianggap lebih efektif dan efisien. Terdapat 2 (dua) proses utama dalam sistem pengelolaan pasif sehingga menyebabkan  peningkatan pH karena  batu gamping (kapur) dan adanya reduksi sulfat secara biologis. Kedua proses tersebut menghasilkan alkalinitas dalan bentuk bikarbonat (HCO3-) sebagai senyawa penetral, adapun mekanisme terjadinya penurunan logam terlarut karena proses oksidasi dan hydrolisis logam yang menyebabkan terjadinya pengendapan logam, interaksi antara sulfida (S2-) yang dihasilkan pada proses reduksi sulfat dengan logam bervalensi 2 (seperti Fe2 + dan Mn2+) membentuk logam sulfida yang mengendap, roses adsorpsi logam oleh bahan organik (kompos) serta biosorpsi logam oleh vegetasi tumbuhan air dan mikroorganisme seperti bakteri, fungi, dan alga yang tumbuh pada lapisan bahan organik. Dengan demikian metode pasif lebih efektif dan efisien dalam memperbaiki kualitas air asam tambang

Pengolahan metode pasif yaitu wetland (lahan basah) sehingga mendukung kehidupan flora dan fauna lainnya. Metode pengolahan pasif lebih ramah lingkungan sehingga karena mendukung kehidupan dan keberlangsungan organisme lain.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *