Pengukuran Keanekaragaman Genetik

Pengukuran Keanekaragaman Genetik – Keanekaragaman hayati Indonesia perlu dijaga hingga ankhir. Pasalnya, Indonesia memiliki jenis flora dan fauna yang melimpah. Sudah sepatutnya, kita sebagai warga negara yang baik harus melestarikan keanekaragamn genetikdengan menjaganya agar dapat dinikmati anak cucu nantinya. Pengukuran keanekaragamangenetik perlu dilakukan untuk mendokumentasikan flora dan fauna pada suatu tempat. Selain itu, agar diketahui penuruanan atau peningkatan jumlah keanekaragaman flora fauna pada populasi tertentu. Dikatakan rendah, jika keanekaragaman meningkat namun lajunya lamban, sedangakan dikatakan tinggi jika lajunya cepat.

2

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam pengukuran keanekaragaman genetik ini. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Fisher dkk pada 50 tahun silam telah ditemukan beberapa aturan umum serta hukum terkait kelimpahan angka yang berbeda. Jika, jenisgenetik tergolong sebagai kelimpahan dalam oktaf yakni oktaf pertama menampung 1-2 individu, kedua menampung 2-4 individu, ketiga 4-8 individu, begitu seterusnya. Maka, jumlah oktaf tersebut terkandung distribusi normal terpotong dan jika contoh yang diambil terdapat jumlah besar spesies dan individu, biasanya akan diperoleh distribusi log-normal.

Kemudian, MacArthur menunjukkan metode yang lebih menarik dengan menetapkan batas relung dalam sumberdaya populasi ditetapkan acak, sedangkan kelimpahan relatif spesies sebanding dengan bagian dari populasi. Dengan pola tertentu kelimpahan relatif spesies akan mengalami perubahan. Kelimpahan relatif lebih mendominasi kelimpahan relatif yang sangat melimpah di awal suksesi. Kemudiaan, spesies dengan kelimpahan menengah lebih meningkat. Ini adalah pengukuran keanekaragaman genetik berdasarkan batas populasi.

Ada cara pengukuran keanekaragaman genetik yang lain dengan menentukan perbedaan dari genetik itu sendiri secara langsung ataupun tidak langsung dengan menggunakan hirarki taksonomi. Penggunaan pengukuran ini lebih efektif dan mudah karena aturannya sangat praktis jika dibandingkan dengan pengukuran yang lain. Takson dengan kekayaan yang besar mampu membawa taksa (bisa dikatakan posisi hirari pada taknonomi) berdasarkan tingkatan serta jumlah individu dengan jumlah paling tinggi dalam taksa tersebut. Penyebaran dihitung sebagai upaya untuk pemilihan penyebaran bahkan semua taksa. Contoh dari campuran yakni tingkatan tinggi, menengah serta rendah. Langkah-langkah yang sama dapt digunakan untuk menghitung perbandingan spesies dari beberapa situs.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *