Peninggalan Sejarah Candi Muara Takus

Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Candi Muara Takus – Candi ini merupakan sebuah kompleks candi Budha yang merupakan peninggalan dari kejayaan kerajaan Sriwijaya.muaratakus

Candi muara takus ini ditemukan di kabupaten Kampar, provinsi Riau, Sumatera, Indonesia. Berdasarkan candi-candi dan temuan arkeologi lainnya yang tersisa diketahhui berasal dari abat ke 11 dan 12. Candi muara takus merupakan saru dari candi terbesar dan masih baik bentuknya di pulau sumatera.

Candi muara takus dibangun dengan bergaya maritime kerajaan Sriwijaya di abad ke 11 masehi. Arsitektur dan gaya Candi muara takus sangat jelas mengindikasikan bahwa mereka merupakan asal dari Budha Mahayana. Ini telah disarankan oleh Schtger bahwa candi utama di Candi muara takus mungkin telah hilang akibat perubahan besar-besaran di abad ke 12.

Diperkirakan area Candi muara takus digunakan sebagai pusat keagamaan dan perdagangan oleh kerajaan Sriwijaya. Candi muara takus ini telah dibiarkan selama beberapa abad sebelum ditemukan kembali oleh Cornet De Groot di tahun 1860. Candi muara takus diekplor dan disurvey oleh WP Groenveld di tahun 1880 dan penggalian telah dilalukan secara periodic sejak saat itu. Lokasi Candi muara takus ini sekarang dilindungi sebagai monument nasional.

Kompleks Candi muara takus dikelilingi oleh dinding setinggi 1 meter dan berukuran 74m x 74m. bagian luar dinding ditembus oleh pintu gerbang di bagian utara. Dalam dinding terdapat empat candi budha substansial. Bangunan tersebut yaitu, candi tua, candi bungsu, stupa mahligai dan palangka. Diantara ke empat itu yang paling unik adalah stupa Mahligai.

Stupa Budha berbentuk lotus ini sangat unik di Indonesia karena bentuknya tidak biasa meskipun banyak bentuk struktur yang sama juga ditemukan di Thailand dan Myanmar. Struktur ini ditemukan pada dasar persegi delapan dan mencapai tinggi 14,3 meter. Di bagian paling atas stupa didekorasi dengan bentuk singa yang dapat dilihat dengan mata dari bawah.

Dibadian timur dari stupa mahligai merupakan dasar dari Palangka. Ini dibuat dari batu merah dan sekarang hanya mencapai ketinggian 1,45 meter. Dilaporkan bahwa sebelumnya palangka ini lebih tinggi saat ekspedisi colonial diawal penemuan. Material dari struktur-struktur yang ditemukan ini terbuat dari pasir, batu sungai dan batu merah berbentuk kotak.

Struktur yang ketiga dalam kompeks candi muara takus ini adalah candi Bungsu. Bangunan ini dibangun dengan dua material yang berbeda, yaitu batu merah dan pasir. Bangunan ini mencapai ketinggian 6,2 meter saat ini.

Bangunan yang paling besar di compels candi muara takus adalah candi tua. Candi tua ini berukuran 32,8 m x 21,8 m dengan tinggi mencapai 8,5 m. bangunan candi ini memiliki seperti teras dan memeiliki kesamaan gaya dan bentuk dengan stupa yang lebih besar ‘candi kalasan’ di jawa.

Baca juga : Legenda Kerajaan Sriwijaya di Pulau Sumatera

Loading…

One thought on “Peninggalan Sejarah Candi Muara Takus

  1. Pingback: Sejarah Kerajaan Padjadjaran di Tanah Sunda | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *