Peninggian Jalan, Solusi Banjir yang Menambah Masalah

Peninggian Jalan, Solusi Banjir yang Menambah MasalahDi musim hujan, kekhawatiran terbesar di Indonesia, terutama di kota-kota seperti Jakarta dan Semarang, adalah masalah banjir.

Untitled

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tahun, banjir selalu menjadi masalah, dan bahkan tidak jarang sampai melumpuhkan kegiatan di kota-kota tersebut. Hal yang lebih parah lagi adalah kenyataan bahwa setiap tahun, daerah yang terkena banjir semakin banyak.

Solusi Sementara yang Instan

Akhir-akhir ini, lantaran banjir yang semakin parah, banyak pemerintah daerah, dan dalam beberapa kasus, warga setempat, yang berusaha mengatasinya dengan cara instan. Salah satu cara yang sekarang sedang populer dilakukan adalah dengan meninggikan badan jalan. Pemikirannya adalah bahwa:

  • Jalan yang tinggi akan membuat air tidak menggenangi jalan lagi.
  • Bahwa kendaraan akan bisa melewati jalan yang biasanya banjir dengan lancar.

Solusi Masalah yang Bermasalah

Sayangnya, solusi semacam ini sebenarnya tidak menyelesaikan masalah sama sekali. Justru bisa dibilang, peninggian jalan terbukti membuat masalah yang baru. Memang, jalan raya yang ditinggikan tidak lagi terendam di dalam air, namun sebagai efek sampingnya:

  • Rumah-rumah penduduk yang berada di samping jalan yang ditinggikan menjadi tergenang air lantaran air yang biasanya berada di jalan melebar ke samping.
  • Karena tidak semua jalan ditinggikan dalam waktu bersamaan, sebagian air justru menjadi terperangkap dan tidak bisa mengalir, baik ke selokan maupun ke sungai.
  • Saat proses peninggian jalan tersebut, banyak proyek yang dikerjakan secara bersamaan di jalan-jalan protokol, dan justru menyebabkan kemacetan yang parah.
  • Saluran air tidak diperbaiki, sehingga masalah sebenarnya justru tidak terselesaikan.

Pencegahan Banjir yang Seharusnya

Meninggikan jalan hanya merupakan sistem tambal sulam yang tidak akan menyelesaikan masalah, dan justru akan mengundang masalah di kemudian harinya. Jika memang ingin agar banjir dicegah, maka yang bisa dilakukan adalah:

  1. Dari segi penduduk, Anda dan sekitar Anda seharusnya bisa mencegah dari hal yang paling dasar, yaitu membuang sampah di tempatnya, dan bukan di sungai atau selokan.
  2. Berkaitan dengan poin pertama, membersihkan selokan yang tidak berfungsi karena sudah tersumbat sampah yang menumpuk.
  3. Membuka pintu air yang justru tidak dibuka ketika diperlukan. Membuka pintu air setidaknya akan membiarkan air banjir mengalir menuju sungai dan terus ke laut.
  4. Lubang biopori yang digali di halaman rumah bisa membantu dalam peresapan air hujan.

Sayangnya, terutama di daerah perumahan, banyak warga yang mengumpulkan biaya untuk melakukan peninggian jalan secara sendiri-sendiri di setiap RT. Hal ini justru akan menjadi hal yang berbahaya bagi lingkungan sekitar, karena tinggi yang tidak seragam, maka resikonya adalah kawasan yang tidak ditinggikan akan menerima banjir kiriman. Menanam pohon, membersihkan lingkungan secara rutin, dan memastikan selokan tidak tersumbat merupakan alternatif yang lebih murah dan efektif bagi masalah banjir.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *