Penjelasan Toyota Akan Daur Ulang Mobil Mobil Bekas Di Beberapa Negara

Penjelasan Toyota Akan Daur Ulang Mobil Mobil Bekas Di Beberapa Negara – Mobil mewah merek Toyota berencana akan membangun pabrik daur ulang terhadap mobil-mobil bekas di Tiongkok. Melansir dari Asia Nikkei.

pro

Pihak perusahaan mobil Toyota di Jakarta menjelaskan bahwa rencana mereka untuk mendaur ulang material mobil bekas adalah sebuah konsep baru yang ditonjolkan dibanyak negara-negara yang sedang berkembang dimana pada umumnya, mobil bekas dibiarkan begitu saja rusak di areal bengkel milik perusahaan bengkel tertentu di kota-kota besar seperti yang ada di Indonesia.

Bahan daur ulang tersebut nantinya akan dijual ke pabrik – pabrik yang membutuhkan.

Diharapkan di masa depan, material daur ulang ini bisa digunakan untuk memproduksi mobil – mobil baru merek Toyota.

Di pabrik yang akan didirikan sekitar akhir tahun ini, Toyota pusat di Jepang akan memberikan dan menyumbang sejumlah fasilitas.

Mereka juga akan memberikan pelatihan bagi sekelompok orang – orang lokal agar mereka mampu megelola pabriknya nanti secara mandiri.

Di Jepang, program daur ulang material terhadap mobil bekas dilakukan oleh perusahaan Toyota melalui perusahaan patungan atau gabungan dengan merek yang lainnya.

Salah satu program yang cukup terkenal adalah program `hijau` Toyota merupakan program yang tak hanya memproduksi mobil berbahan bakar bensin saja tetapi juga pengembangannya hinnga pada tahun 2050 ke depan.

Cara-cara tersebut di atas tidak hanya dilakukan oleh perusahaan Toyota saja. Pabrikan senegaranya, Nissan, diketahui juga telah berhasil membuat perusahaan daur ulang mobil.

Targetnya, 25 persen dari satu unit mobil baru yang diproduksi tersebut berasal dari komponen daur ulang. Nissan bahkan berhasil lebih maju dari merek Toyota.

Salah satu sebabnya adalah mereka berencana akan mendaur ulang aki dan baterai mobil listrik untuk pemenuhan kebutuhan lain seperti kesejahteraan perumahan dan keperluan lainnya yang terkait.

Bagi pabrikan otomotif, salah satu kontribusi mereka yang paling besar dalam menanggulangi kerusakan lingkungan adalah dengan cara menggunakan bahan daur ulang untuk struktur komponen terpenting dalam mobilnya.

Beberapa waktu ke belakang, menurut beberapa pendapat dari konsumen yang sudah memakai Toyota sejak puluhan tahun yang silam, ada minat baru terhadap para pabrikan untuk mengembangkan komponen dari bahan daur ulang terhadap mobil-mobil bekas yang akan mereka permak nantinya. Bahan daur ulang yang digunakan biasanya berasal dari komponen terbaik.

Dari penjelasan kami tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan terhadap rencana-rencana besar yang berusaha dijadikan terget terhadap rencana Toyota dalam mendaur ulang mobil-mobil bekas dibeberapa negara seperti : mana pabrikan yang benar-benar mau melakukan hal tersebut di atas ? Bahan daur ulang apa saja yang digunakan ?

Melansir dari I See Cars pada Kamis (21/5/2015), tiga merek mobil terkenal dunia akan benar – benar mewujudkan rencana tersebut di tahun ini di Tiongkok : Toyota, Ford, dan Nissan.

Toyota Berencana Jual Data Pelanggannya

Baru-baru ini, Toyota sedang mengembangkan rencana terbaru kedua selain akan mendaur ulang mobil-mobil bekas dibeberapa negara terutama Tiongkok, mereka akan mendalami kerja sama dengan perusahaan Microsoft untuk mengembangkan mobil yang terkoneksi dengan internet (connected car).

Ternyata, langkah Toyota tidak sampai di sini saja. Mereka juga berencana akan menjual data yang dikumpulkan dari para pengemudi yang memakai kendaraan merek Toyota.

Dilaporkan dari Nikkei Asia, data – data di atas nantinya akan mereka jual ke pihak ketiga. Dengan demikian, diprediksi bahwa sumber pendapatan pabrikan asal Jepang yang sukses memproduksi mobil-mobil mewah saat ini telah mengalami perkembangan yang cukup pesat hingga terbesar ke seluruh dunia dan memiliki banyak penggemar.

Bahkan saat ini, eksekutif Toyota di Jakarta telah mengaku banyak memperoleh persetujuan dari pengguna untuk mengumpulkan informasi mengemudi mereka kepada petugas terkait.

Baca Artikel Lainnya :

Diprediksi, jika hal tersebut di atas benar-benar terjadi, Toyota kemungkinan besar akan menarik banyak perhatian terhadap industri lainnya yang terkait, termasuk perusahaan asuransi yang akan lebih tanggap dalam menawarkan jasa kepada pelanggan mereka jika tahu bagaimana pola mengemudi konsumennya. ” Kami sedang mempertimbangkan rencana untuk menjual informasi tentang bagaimana mobil dijalankan ke perusahaan di luar Toyota group, ” ujar salah satu eksekutif Toyota di Jakarta.

Demikian kami melaporkan semoga bermanfaat bagi anda !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *