Penulis Ternama Bernama Pena ‘Gol A Gong’

Penulis Ternama Bernama Pena ‘Gol A Gong’ – Penulis yang lahir di Purwakarta ini bernama asli Heri Hendrayana Harris. Ia adalah sastrawan yang sudah banyak menelurkan karya dan mendirikan komunitas menulis Rumah Dunia.

Prestasi yang ia torehkan di dunia literasi pun sudah sangat banyak. Pria yang memiliki pasangan seorang penulis pula, Tias Tatanka, ini juga menjabat sebagai ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Indonesia. Gol A Gong

Sosok sastrawan yang lahir dari ayah yang bernama Harris dan ibunya yang bernama Atisah ini  memang memiliki nama pena yang cukup unik, yaitu Gol A Gong.

Nama ini diberikan oleh kedua orang tuanya yaitu Gol dari ayahnya yang sangat bangga ketika anaknya akhirnya menggolkan karyanya hingga terbit dan Gong dari ibunya yang berharap karya sang anak akan menggaung seperti bunyi gong bila dipukul serta A yang menjadi inisial Allah sebagai penyebab kesuksesannya dalam dunia tulis menulis ini. Jadi bila digabungkan, nama pena beliau memiliki makna ‘Kesuksesan itu semua berasal dari Tuhan’.

Gol A Gong kehilangan tangan kirinya sejak ia berusia 11 tahun. kala itu ia bersama teman-temannya sedang bermain terjun payung dengan melompat dari atas pohon. Dan bagi yang bisa melompat dari pohon paling tinggi, dia lah yang berhak memimpin kelompok bermain itu.

Dengan menerima tantangan tersebut, ia menghadapi kenyataan bahwa tangan kirinya patah dan harus diamputasi. Namun mentalnya tidak serta merta hancur kala itu juga. Dengan optimisme yang tinggi, ayahnya memotivasinya agar tidak putus asa dan memberikan pesan agar terus membaca dan menjadi seseorang yang berguna suatu saat sehingga ia akan lupa dengan tangannya yang hilang sebelah.

Pria yang mendirikan Rumah Dunia bersama kedua sahabatnya, Toto ST Radik dan Rys Revolta, di tahun 1998 ini memiliki empat anak dari pernikahannya dengan Tias Tatanka. Nabila Nurkhalisah (Bela), Gabriel Firmansyah (Abi), Jordi Alghifaru (Odi), Natasha Azka Nursyamsa (Kaka).

Anak pertamanya, Bela, meneruskan estafet hobinya menulis dengan menghasilkan karya novel-novel bergenre anak-anak. Ia pun tergabung dalam Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK).

Adapun karya Mas Gong, demikian beliau akrab disapa, hingga saat ini diantaranya: Balada Si Roy (Gramedia-1989), Happy Valentine – novel (Gramedia-1991), Bangkok Love Story – novel (Gramedia-1994), Surat – novel (Gramedia-1994), Tembang Kampung Halaman (Gramedia), Perjalanan Asia – travel writting (Puspa Swara-1993), Kutunggu di Yogya – novel wisata (Puspa Swara-1993), Kutunggu di Yogya-novel wisata (Puspa Swara-1993), Menulis Skenario itu (Lebih) Gampang- tips menulis (Puspa Swara-1997), Dua Kisah-kumpulan 2 novelet (Senayan Abadi, 2005), Kacamata Sidik-kumcer (Senayan Abadi, 2004), Masih Ada Cinta di Senja Itu, kumcer (Senayan Abadi, 2004), Aku Seorang Kapiten-novel anak (Al Kautsar, 2002), Harga Sebuah Hati-kumcer (Akoer, 2004), Clay-novel (Cakrawala, 2004), Subuh Itu Biru, Chika-kumcer (LPPH), Hari Senjakala-novel (Fatahilah, 2004), Al Bahri (Syaamil, 2001), Nyanyian Perjalanan (Syaamil, 2001), Pada-Mu Aku Bersimpuh-novel (Mizan, 2001), Biarkan Aku Jadi Milikmu-novel (Mizan, 2001). Dan masih banyak karya-karya beliau lainnya beserta pengalaman beliau sebagai sutradara di banyak film.

Adapun beberapa penghargaan yang pernah beliau dapatkan yaitu Juara Badminton Natar Orang Cacat se-Indonesia di Surabaya dan Solo-1995-1998, Juara Badminton se-Asia pada Fespic Games di Solo dan Kobe-Jepang, 1989-1990, pada tahun 2007 dinobatkan sebagai Tokoh Pembukuan Islamic Book Fair, Anugrah Literasi World Book Day pada 2008 dari Komunitas Literasi Indonesia dan Indonesia Berprestasi Award dari provider XL dengan kategori pendidikan.

Sumber: wikipedia.org, profil.merdeka.com

Baca juga: Aktor yang Sedang Naik Daun, Reza Rahardian

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *