Penyakit Busuk Pangkal Batang Pada Tanaman Kelapa Sawit

Penyakit Busuk Pangkal Batang Pada Tanaman Kelapa Sawit – Salah satu jenis penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit adalah penyakit busuk pangkal batang atau biasa dikenal dengan singkatan BPB. Penyakit tersebut disebabkan oleh Ganoderma boninense Pat yang mampu merusak pohon kelapa sawit dalam skala yang besar.

Untitled

Pada awalnya penyakit kelapa sawit ini ditemukan di Zaire Kongo pada tahun 1951. Pada masa itu penyakit BPB dianggap tidak penting karena tidak begitu merugikan bagi para petani sawit. Penyakit ini hanya menyerang satu persen dari jumlah tanaman di perkebunan, dan itu bisa ditutupi dengan keuntungan yang didapat dari 99 persen hasil panen sawit.

Namun seiring berjalannya waktu penyakit BPB ini menjadi salah satu masalah yang serius bagi para petani kelapa sawit. Penyakit ini biasa menyerang kelapa sawit yang sudah berumur tua atau dua generasi tanam. Penyakit ini menjadi masalah yang serius utamanya bagi pembudidaya di negara Indonesia dan Malaysia.

Di dua negara tersebut, BPB menyerang secara besar-besaran sehingga mengakibatkan banyak pohon sawit yang mati dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Oleh sebab itu penyakit kelapa sawit yang satu mendapat perhatian sendiri dari pihak-pihak yang bergelut di dunia perkebunan kelapa sawit.

Jika penyakit BPB ini menyerang, biasanya menyebabkan dua macam kerugian yakni kerugian secara langsung dan kerugian tak langsung. Kerugian langsung ini biasanya menyangkut hasil panen yang turun drastis akibat banyak pohon yang mati. Sedangkan kerugian tidak langsung menyebabkan penurunan kualitas dari kelapa sawit yang dihasilkan.

Gejala dari penyakit ini biasanya dapat dikenali dari terhambatnya pertumbuhan tanaman sawit. Selain itu gejala juga bisa dikenali dari berubahnya warna daun menjadi hijau pucat dan batang menjadi busuk.

Untuk mengatasi serangan penyakit BPB atau Ganoderma ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara diantaranya adalah:

  1. Penggunaan Tahan Sehat

Untuk menghindari BPB ini sebaiknya menggunakan tanah sebagai media tanam yang bebas dari penyakit BPB. Caranya adalah dengan mengayak tanah atau tandan kosong sawit 400 kg per lubang per tahun.

  1. Sanitasi

Sanitasi tanaman dilakukan dengan cara membuang bole atau akar dengan cara mencacah atau membakarnya. Tak hanya akar namun pada bagian atas tanaman juga harus diberi perlakuan yang serupa.

  1. Lubang Tanam

Pembuatan lubang tanam yang besar dengan ukuran mencapai 3 x 3 meter dengan kedalaman 0,8 meter. Setelah itu pada lubang tanam diaplikasikan bahan organik atau tandan kosong.

  1. Parit Isolasi

Selain tiga cara tadi, juga bisa dilakukan dengan membuat parit isolasi baik secara individu maupun kelompok dengan ukuran 4 x 4 meter untuk parit individu. Sedangkan untuk parit kelompok disesuaikan dengan jumlah pohon.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *