Penyebab Tulang Bisa bengkok

Scoliosis atau tulang bengkok ialah gangguan yang menyebabkan kurva abnormal pada tulang punggung atau tulang belakang. Orang dengan scoliosis mempunyai lekukan-lekukan tambahan yang berkembang di kedua sisi, dan tulang-tulang dari spine melingkar pada satu sama lain, membentuk seperti huruf “C” atau “S” pada tulang belakang mereka.

b 52

Scoliosis terjadi sekitar dua kali lebih sering pada anak perempuan di banding pada anak laki-laki. Hal ini dapat dilihat pada usia berapa pun, tapi scoliosis paling sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 10 tahun.

Scoliosis ialah warisan atau turunan dimana orang dengan scoliosis atau tulang bengkok ialah lebih mungkin untuk memiliki anak dengan scoliosis, namun, tak ada korelasi antara tingkat keparahan dari kurva dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Scoliosis atau tulang bengkok bisa mempengaruhi sekitar 0,5% laki-laki dan 2% perempuan. Dalam kebanyakan kasus, penyebab dari scoliosis atau tulang bengkok yang tidak diketahui (idiopathic). Tipe scoliosis atau tulang bengkok ini dapat digambarkan berdasarkan pada usia ketika scoliosis berkembang.

Jika orang itu berusia kurang dari 3 tahun, hal ini disebut infantile idiopathic scoliosis. Scoliosis atau tulang bengkok yang berkembang antara usia 3 sampai 10 tahun disebut juvenile idiopathic scoliosis, dan orang-orang yang berumur lebih dari 10 tahun menderita scoliosis idiopatik remaja.

Sekitar lebih dari 80% orang dengan scoliosis atau tulang bengkok menderita scoliosis idiopatik, dan kebanyakan mayoritas dari penderita scoliosis atau tulang bengkok ini ialah remaja (perempuan).

Ada tiga jenis utama lain dari scoliosis atau tulang bengkok :

Fungsional : Scoliosis atau tulang bengkok pada tipe ini, spine tubuh mereka normal, namun suatu lekukan abnormal berkembang karena adanya masalah di tempat lain di dalam tubuh. Hal ini bisa disebabkan oleh satu kaki lebih pendek dari kaki yang lain atau dengan adanya kejang otot yang terjadi di tulang belakang.

Neuromuskuler : Pada tipe scoliosis ini, ada masalah ketika tulang belakang terbentuk. Entah karena tulang belakang gagal untuk membentuk sepenuhnya atau tulang belakang gagal untuk terpisah antara satu sama lain selama dalam perkembangan janin. Tipe scoliosis ini sering berkembang pada orang dengan gangguan lain, termasuk distrofi otot, cacat sejak lahir, cerebral palsy, atau penyakit Marfan.

Orang dengan kondisi tulang bengkok ini sering mengembangkan kurva seperti huruf C berbentuk panjang dan memiliki otot yang lemah yang tidak mampu untuk menahan bentuk tubuh mereka untuk tegak.

Jika kurva hadir pada saat lahir, hal ini disebut congenital. Jenis scoliosis ini sering jauh lebih parah dan memerlukan perawatan yang sangat intensif di banding bentuk-bentuk lain dari scoliosis atau tulang bengkok.

Degeneratif : Tidak seperti bentuk lain dari scoliosis atau tulang bengkok yang kebanyakan ditemukan pada anak-anak dan remaja, degenerative scoliosis ini sering terjadi pada orang dewasa atau orang yang lebih tua. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan di tulang belakang akibat arthritis yang dikenal dengan spondylosis.

Baca Artikel Lainnya :

Melemahnya jaringan lunak dan ligamen normal lainnya dari tulang belakang yang dikombinasikan dengan taji tulang yang abnormal bisa menyebabkan kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang. Tulang belakang ini juga dapat terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang, fraktur kompresi vertebral, dan degenerasi disk.

Penyebab Lainnya : Ada penyebab potensial lain dari scoliosis atau tulang bengkok, termasuk tumor tulang belakang seperti osteoid osteoma. Ini ialah sejenis tumor jinak yang bisa terjadi pada tulang belakang dan menyebabkan rasa nyeri.

Rasa sakit ini menyebabkan orang yang menderitanya untuk bersandar ke sisi yang berlawanan untuk mengurangi dampak jumlah tekanan yang diterapkan pada tumor. Hal ini bisa menyebabkan deformitas tulang belakang.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *