Penyusun Bahan Organik Tanah

Penyusun Bahan Organik Tanah – Tanah tersusun dari berbagai macam bahan. Salah satunya berupa bahan organik yang merupakan kumpulan beberapa senyawa kompleks sedang serta telah mengalami dekomposisi. Tidak cuma senyawa organik tetapi juga terdapat senyawa anorganik yang merupakan hasil dari mineralisasi. Komponen lain yang ikut menyusun adalah mikrobia heterotrofik. Bahan organik tanah pada umumnya sering ditemukan pada permukaan tanah.

goo

Adapun bahan-bahan penyusun tanah adalah sebagai berikut:

  • Bahan padatan

bahan padatan yaitu meliputi bahan mineral serta bahan organik. Bahan mineral itu sendiri adalah bahan yang terdiri dari debu, pasir, dan liat.

  • Air

Air juga merupakan penyusun lapisan tanah, banyaknya air yang terkandung dalam lapisan tanah akan mempengaruhi jenis tanah tersebut.

  • Udara

Bahan organik tanah komposisinya tidak terlalu banyak, prosentasenya hanya sekitar 3-5 persen dari bobot tanah itu sendiri. Namun jangan salah, bahan organik sangat mempengaruhi sifat-sifat tanah.

Semua bahan-bahan diatas yang menjadi penyusun tanah diperoleh dari beberapa sumber bahan organik tanah di bawah ini:

  • Sumber primer

Adalah sumber utama penyusun tanah. Sumber primer itu diantaranya adalah jaringan        organik tumbuhan, yaitu seperti cabang/ranting, akar, daun, dan buah.

  • Sumber sekunder

Jika sumber primer berasal dari tumbuhan, maka lain dengan sumber sekunder yang berasal dari jaringan organik binatang. Yaitu dapat berupa kotoran hewan dan mikrofauna.

  • Sumber pendukung

Seperti namanya sebagai sumber pendukung, sumber ini berasal dari perawatan dari manusia. Seperti halnya pemberian berbagai pupuk organik. Misalkan contohnya pupuk hijau, pupuk kompos, ataupun pupuk hayati.

Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf pertama bahwa bahan organik tanah tercipta dari proses dekomposisi. Menurut produk akhir yang dihasilkan, proses dekomposisi bahan organik dibagi menjadi 2 macam yaitu humifikasi dan mineralisasi.

  • Proses humifikasi

Proses humifikasi terjadi pada senyawa resisten. Contohnya seperti senyawa lemak, lignin, dan resin. Produk akhir yang diciptakan pada proses humifikasi ini adalah berupa humus.

  • Proses mineralisasi

Proses yang kedua ini adalah sebaliknya. Jika humifikasi terjadi pada senyawa resisten, maka mineralisasi terjadi pada senyawa tidak resisten. Contoh senyawa tidak resisten itu sendiri adalah protein, selulosa, dan gula.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *