Peran jasad hidup (organisme) dalam pembentukan tanah

Secara biologi, unsur yang terkandung dalam tanah merupakan gabungan dari banyak elemen ataupun senyawa yang membentuk tanah. Senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanah ini saling berinteraksi satu sama lain yang akhirnya membentuk sebuah proses untuk menopang kemampuan tanah menjadi produktif dan menghasilkan.

a

Senyawa-senyawa ini terdiri dari jasad hidup atau mikro organisme dan organisme yang mempunyai tugas masing-masing dalam proses dekomposisi tanah. satu hal yang tidak bisa dilepaskan adalah bahwa peran jasad hidup (organisme) dalam pembentukan tanah sangat penting bagi kelangsungan produktivitas tanah.

Sebelum lebih jauh untuk mengetahui seperti apa peran jasad hidup (organisme) dalam pembentukan tanah, maka kita harus kenali dulu apa saja yang termasuk jasad hidup. Jasad hidup atau organisme dalam tanah pada dasarnya dapat dikategorikan menjadi dua yaitu :

  • Jasad hidup dari tumbuhan yaitu seperti ganggang ukuran kecil, bakteria mikro maupun mikro flora lain yang ada;
  • Organisme dari hewan bertingkat rendah seperti nematoda berukuran mikro, protozoa dan mikro fauna lain yang hidup dan berkembang dalam tanah.

Setelah mengetahui jenis-jenis jasad hidup yang ada dalam tanah, maka kita dapat menyimpulkan bahwa peran jasad hidup (organisme) dalam pembentukan tanah tentunya sangat berarti, karena di dalam tanah produktif selalu terjadi proses dekomposisi yang berguna dalam meningkatkan unsur hara dan kemampuan tanah untuk menjadi produktif. Diantaranya peran organisme-organisme hidup tersebut adalah :

  • Mempengaruhi proses pelapukan dan juga proses kelarutan mineral serta dapat menyumbang struktur dan agregat tanah yang ideal;
  • Mempengaruhi warna tanah yang berada pada lapisan atas. Semakin gelap warna tanahnya maka makin banyak organisme yang hidup dibawahnya.

Disamping fungsi sebagaimana disebutkan diatas, peran jasad hidup (organisme) dalam pembentukan tanah juga dapat meningkatkan kandungan unsur maupun senyawa kimia yang terdapat dalam tanah sehingga nantinya akan berpengaruh terhadap tanaman yang tumbuh diatasnya. Misalnya saja, tanaman dengan jenis cemara, secara tidak langsung akan memberi unsur-unsur kimia seperti kalsium, kalium dan magnesium yang cukup rendah. Akibatnya tanah di bawahnya mempunyai derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah lain dengan tanaman lain diatasnya.

Baca Artikel lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

One thought on “Peran jasad hidup (organisme) dalam pembentukan tanah

  1. Pingback: Sifat atau Ciri-ciri Tanah Andosol | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *