Perbedaan DNA dan RNA

Mas Joko    October 27, 2015    No Comments on Perbedaan DNA dan RNA

Perbedaan DNA dan RNA – Dalam dunia biologi yang menyangkut pada silsilah sistem tubuh terdapat istilah yang disebut dengan DNA dan RNA. Meskipun memiliki nama yang hampir mirip akan tetapi kedua komponen itu tidaklah sama. Dimana DNA itu ialah pengkode dari suatu genetik sedangkan RNA memiliki fungsi sebagai komponen yang akan membantu proses tersebut.

Untitled

Berdasarkan perbedaan yang ada, DNA ini memiliki ukuran struktur yang lebih panjang dan besar dibandingkan dengan RNA. Selebihnya terdapat pula dua helai sel yang saling menambatkan dan mengikatkan satu sama lain melalui sebuah ikatan kimia.

Jaringan yang disebut dengan RNA ini mempunyai sebuah bentuk dari untaian tunggal dan hanya setengah putaran dari DNA. Terdiri dari unsur yang disebut dengan ribosa sebagai gula dan DNA memiliki unsur deoksiribosa sebagai gulanya.

Dalam hal ini terdapat unsur deoksiribosa yang menyerupai ribosa hanya saja ada pengurangan atom oksigen. Sehingga ada beberapa kemiripan namun ada pula unsur yang sangat berbeda jauh.

Sisi persamaan juga terdapat dari kedua unsur ini yakni adanya asam nukleat yang termasuk nukleotida. Komponen ini memiliki struktur yang tercipta dari molekul gula dan fosfat kemudian kedua unsur tersebut juga mengkait atau tergabung dengan molekul lain dengan disebut basa nitrogen.

Bahwasannya, gula dan fosfat tersebut akan saling bergantian lalu membentuk anak tangga dari sebuah tangga. Dalam basa nitrogen yang mengandung gula tersebut juga memiliki dua unsur yang disebut dengan purin dan pirimidin. Kedua unsur tersebut sama-sama dimiliki oleh DNA dan RNA, akan tetapi RNA mengandung sitosin dan urasil sedangkan DNA memiliki pirimidin sitosin dan timin.

Fungsi penting dari DNA dan RNA

Berdasarkan fungsinya terdapat satu peran penting dari DNA yang sangat pokok dalam sebuah sel yakni untuk menyimpan kode dari unsur genetik. Sedangkan dari RNA ini terdapat tiga jenis pada setiap sel dan pada masing-masing struktur mempunyai peran dan fungsi tertentu.

Di dukung dengan messenger RNA atau disebut dengan istilah mRNA akan dibuat ketika suatu sel membutuhkan protein. Proses terjadinya peristiwa ini dikenal dengan nama transkripsi. Dalam proses ini akan dimulai dari sinyal yang memicu deretan rantai DNA sebagai unwind hingga kemudian dibangunlah mRNA itu dengan sebuah nukleotida yang mempunyai panjang seukuran untaian DNA tunggal.

Bahwasannya, rangkaian mRNA yang tunggal ini akan bekerja menuju ribosom yakni sebuah susunan dari protein sintesis. Kemudian transfer RNA atau tRNA ini akan membawa asam amino atau unit pokok dari terbentuknya zat protein yang diperlukan menuju ke ribosom untuk menjalin hubungan bersama deretan mRNA.

Dari tiap-tiap tRNA itu berwujud tunggal dengan komponen asam amino tertentu. Sedangkan unsur protein akan dibuat melalui panjang rantai mRNA dengan satu asam amino. Proses ini terjadi pada suatu waktu dan setelah tRNA itu akan melepaskan asam amino menuju lokasi dimana adanya sintesis protein.

Pada suatu keadaan setiap sel DNA ini aka berada di suatu sel dan dilindungi oleh unsur tertentu. Dalam hitungan RNA yang cukup besar itu akan menyebar ke seluruh sel. Bilamana mRNA itu tak sampai ke inti untuk melakukan sintesis protein. Di sini tRNA mempunyai peran dalam menjaga protein dalam suatu tempat sedangkan unsur tRNA akan menuju ke sitoplasma. Lebih tepatnya, ketika mRNA itu bekerja di ribosom maka tRNA akan mencari asam amino dengan bebas.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *