Perjalanan Komersialisasi Bioteknologi Hingga Zaman Modern

Tahukah Anda tentang Bioteknologi? Pemanfaatan makhluk hidup dan produk yang dihasilkannya untuk menghasilkan barang-barang ataupun jasa yang bisa menguntungkan manusia, sebenarnya sudah dilakukan oleh para nenek moyang manusia sejak lama. Contohnya saja adalah proses fermentasi untuk membuat alkohol, ataupun mengubah kedelai menjadi tempe. Itulah contoh bioteknologi sederhana.

fia 61

Bioteknologi modern yang bisa Anda lihat sekarang ini contohnya saja adalah proses kloning, ataupun percobaan yang menghasilkan berbagai varietas padi dan tanaman lain. Tetapi dari mana tepatnya teknologi ini mulai menjadi booming, dan mengubah hidup manusia selamanya?

Awal bioteknologi

Pembukaan Bioteknologi modern dimulai dari Louis Pasteur yang menemukan rahasia di balik fermentasi anggur, yaitu mikroorganisme, di tahun 1857.

Namun kalau diruntut, mungkin tonggak pertama Bioteknologi menjadi dikenal umum adalah teori genetika dari Gregor Mendel. Anda tentunya pernah belajar teori persilangan tersebut di bangku sekolah, bukan? Faktor yang ada di setiap sifat ini menjadi dasar pemikiran, di mana para ilmuwan berlomba menyelidiki faktor ini.

Baru di tahun 1944, hampir 40 tahun sejak Gregor Mendel mengemukakan teorinya, ditemukan DNA, yang bertanggung jawab untuk berbagai sifat dan bahan genetik. Oswald Avery beserta timnyalah yang berjasa untuk ini.

Setelah konsep DNA ditemukan, maka di tahun 1953, JD Watson dan Crick FH menemukan tentang DNA double helix, yang bisa menjelaskan tentang bagaimana kerja DNA, replikasinya, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan molekul. Hal ini juga membuka pertanyaan tentang bisakah gen ini dimanipulasi? (Baca juga : Jenis Bioteknologi)

Breakthrough bioteknologi

  1. Pertama

Di tahun 1970, Werner Arber membuat hipotesis tentang enzim restriksi, atau enzim yang bisa digunakan untuk ‘memurnikan’ bakteri. Hipotesis ini dibuktikan oleh Hamilton Smith, yang memotong DNA di tempat tertentu dan berhasil membatasi DNA/RNA. Nathans kemudian menggunakannya untuk studi dalam bidang genetika.

  1. Kedua

Setahun setelahnya, 1971, Paul Berg berhasil melakukan percobaan yang mengkombinasikan DNA dari sumber yang beda. DNA tersebut dipotong kemudian digabungkan, menghasilkan DNA rekombinan atau rDNA. Percobaan ini membuka langkah untuk rekayasa dan manipulasi genetika.

  1. Ketiga

Herbert Boyer dan Stanley Cohen berhasil melakukan percobaan yang melibatkan memasukkan rDNA bakteri ke dalam DNA asing, yang ternyata bisa melakukan replikasi dengan alami.

Bioteknologi modern

Berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan potensi komersial dari genetika yang di rekayasa ini pun muncul, pertanyaan seperti:

  • Memasukkan gen insulin ke bakteri, yang akan mereplikasinya sehingga bisa digunakan sebagai obat diabetes.
  • Mengkombinasikan gen yang memproduksi vitamin A ke dalam beras, yang bisa mengatasi kebutaan di negara dunia ketiga.
  • Membuat tanaman tahan hama dengan menanamkan gen yang anti-hama ke tanaman, mengurangi pestisida.

Pengusaha yang melihat peluang keuntungan yang besar ini adalah Robert A. Swanson, yang pada tahun 1976 meminta Herbert Boyer untuk mengkomersialkannya. Saat itulah, Genentech atau teknologi rekayasa genetika muncul, meski banyak yang ragu tentang etis tidaknya.

Perusahaan tersebut tetap berjalan, dengan tujuan mengembangkan berbagai terapi yang akan berguna untuk melawan berbagai penyakit yang diderita manusia menggunakan rDNA. Hasil dari percobaan tersebut adalah:

  • Memproduksi Somatostatin (hormon untuk pertumbuhan manusia) di dalam bakteri coli.
  • Memasarkan produk insulin untuk manusia.

Mendengar kesuksesan Genentech inilah, perusahaan di Amerika Serikat berlomba-lomba bergabung atau membuka perusahaan sendiri, semua berkonsentrasi ke Bioteknologi. Dari sinilah, lahir industri Bioteknologi modern dengan skala besar, dan tidak lagi eksklusif menjadi lingkup studi ilmiah.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *