Perjalanan Panjang Paul Vincent Galvin Sebagai Pendiri Motorola

Perjalanan Panjang Paul Vincent Galvin Sebagai Pendiri Motorola – Paul Vincant Galvin merupakan seorang pendiri Motorola. Galvin lahir di sebuah kota kecil di wilayah Harvard, Illinois pada 27 Juni 1895.

Untitled

Setelah menyelesaikan SMA, Galvin lalu memutuskan mengambil pekerjaan musim panas sebagai seorang juru tulis pada bangsal lokomotif kereta api Harvard. Untuk musim gugur selanjutnya Galvin terdaftar di Universitas Illionis yang berada kurang lebih 150 mil dari kereta api.

Menjalankan masa dua tahun belajarnya ia mengandalkan tabungan dan pekerjaan paruh waktu. Namun di tahun ke dua Galvin kembali ke Harvard sekaligus bekerja sebagai pegawai stasiun kereta api karena merasa bahwa dia tidak mendapatkan dana yang cukup guna melanjutkan sekolah. Tetapi setahun kemudian Galvin memutuskan pergi ke Chicago dan menemukan pekerjaan panitera, tepatnya di Commonwealth Edison.

Tidak lama kemudian Galvin terdaftar di dalam program pelatihan petugas yang bertugas melakukan antisipasi terhadap masuknya Amerika pada Perang Dunia I. Galvin akhirnya menjadi perwira artileri dan bertugas di garis depan Perancis. Pengalaman yang didapat selama perang semakin menambah kuat iman Galvin dalam kebajikan sebuah organisasi, baik itu disiplin hingga menahan krisis melalui suatu loyalitas dan juga saling perhatian. Bahkan pengalaman tersebut semakin memperkuat tekad Galvin guna membangun dunia bisnis.

Kembali ke kehidupan sipil di tahun 1919, Galvin memulai pencariannya di dunia bisnis untuk dapat mencapai kesuksesan. Pekerjaan pertama yang diperolehnya yaitu bekerja di Perusahaan Baterai D & G. Selanjutnya di tahun 1921 Galvin bergabung dengan Edward Stewart serta membentuk sebuah perusahaan manufaktur aki di wilayah Marshfield, Wiconsin. Lokasi tersebut menjadi pilihan dengan alasan adanya kerjasama dari pihak kamar dagang lokal. Karena lokasi terbukti merugikan dari segi biaya pengiriman, maka di tahun 1923 perusahaan memutuskan keluar dari bisnis.

Kembali ke Chicago akhirnya Galvin menemukan pekerjaan bersama Cabang Candy Company untuk menjadi sekretaris pribadi Emil Brach. Tiga tahun kemudian (1926), Galvin kembali bergabung lagi dengan Edward Stewart guna mendirikan pabrik manufaktur baterai yang kedua kalinya.

Kali kedua ini perusahaan Galvin mendapatkan keuntungan karena berlokasi di Chicago dengan kemakmuran di negara ini. Sayangnya kemudian ditemukan cacat pada produk dan para pelanggan mulai berkurang, terkalahkan oleh produk saingan. Sebelum masalah tersebut dapat terselesaikan, pihak kreditur dari perusahaan mulai mengambil kepemilikan properti perusahaan. Sehingga mimpi kesuksesan bisnis Galvin harus berakhir dengan kegagalan lagi.

Bagaimanapun seorang Galvin terus mencoba berbagai macam usaha untuk mencapai kesuksesan bisnis seperti yang diimpikannya. Hingga setelah Perang Dunia II usai, Galvin berencana mencapai pertumbuhan pasca perang dengan Motorola. Dimana ketika Perang Dunia II baru dimulai Motorola merupakan perusahaan kecil di radio mobil. Akan tetapi sejak pertengahan 1950, Motorola berhasil menjadi perusahaan besar.

Di tahun 1956, Galvin memutuskan untuk melepas kursi kepresidenan perusahaan pada Bob, anaknya. Galvin sendiri memilih menjadi CEO dan ketua dewan, untuk masing-masing manager divisi menjadi wakil dari presiden eksekutif.

Hanya saja sejak Juli 1958 Galvin dinyatakan mengidap leukemia. Karena kondisi kesehatannya Galvin terpaksa tidak aktif lagi di perusahaan selama setahun. Setelah kesehatannya membaik dalam kurun waktu singkat, Galvin kembali ke perusahaan pada 1959 (musim panas) dan melihat bahwa karyanya sudah mampu berkembang.

Pada 5 November 1959, Galvin meninggal setelah mengetahui Motorola yang selama ini telah dibangun sudah diserahkan ke tangan orang yang tepat.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *