Perkembangan Penelitian Konservasi Tanah

Perkembangan penelitian konservasi tanah dimulai pertama kali di indonesia pada sekitar tahun 1905. Bertepatan dengan beririnya sebuah laboratorium yang digunakan untuk memperluas pengetahuan yang berkaitan dengan tanah. Akan tetapi, penelitian konservasitanah yang benar-benar serius dan terprogram dengan baik baru dilaksanakan pada sekitar 1969/1970an. Hal itu ditandai dengan terbentuknya sebuah lembaga yang menanganipenelitian tanah. Dan terbentuk juga Departemen Pertanian.

1

Periode awal perkembangan penelitian konservasi tanah terjadi pada tahun 1970-1980. Pada periode pertama ini lebih banyak didominasi oleh kegiatan-kegiatan yang dilakukan di laboratorium ataupun rumah kaca. Dan di dukung dengan kegiatan dalam lapangan. Kegiatanpenelitian tersebut lebih mengarah kepada berbagai kompilasi beberapa data fisika serta bebagai metode pengujian untuk konservasi penelitian tanah. Beberapa teknik simulasi yang dikembangkan pada periode ini adalah rainfall simulator, RUSLE dsb.

Periode kedua perkembangan penelitian konservasi tanah terjadi sekitar 1980-2002.Perkembangan pada periode kedua ini dibandingkan periode pertama adalah dalam periode ini sudah melibatkan para petani dalam kegiatan-kegiatan lapangan yang diadakan. Namun, masih sama seperti halnya periode pertama di atas yaitu kegiatan penelitian juga masih banyak dilakukan di dalam lab dan rumah kaca. Pada masa ini penelitian lebih bersifat aktif karena banyak terjalin kerja sama.

Tahun 2002-2007 merupakan periode ketiga perkembangan penelitian konservasi tanah. Sungguh disayangkan pada periode ketiga ini terjadi kemunduran dalam hal penelitian haltanah. Kerja sama yang banyak terjalin pada periode kedua tidak lagi terjadi pada periode ini. Bahkan melibatkan petani dalam kegiatan yang berlangsung di lapangan dengan area yang luas sudah tidak dilakukan lagi. Periode ini membuat bentuk baru untuk mengembangkanpenelitian tanah tidak lagi menggunakan banyak penelitian yang dilakukan pada periode pertama dan kedua melainkan lebih diarahkan kepada desk-work. Dengan memanfaatkan data yang sudah terkumpul digunakan untuk penyusunan mutu tanah, serta pembuatan buku petunjuk untuk panduan konservasi tanah. Periode ini juga mengupayakan terciptanya prima tani di berbagai wilayah terutama wilayah yang memiliki lahan kering serta iklim basah.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *