Perlu Mengetahui Tentang Asal – Usul Keju Gouda

Gouda adalah salah satu jenis keju yang cukup populer di mancanegara. Asal – usul dari nama gouda untuk keju ini berasal dari nama sebuah kota kecil di Belanda yang merupakan daerah pertama kali keju ini diciptakan untuk dijual kepada masyarakat luas hingga keluar negeri.

Meskipun keju gouda merupakan keju khas orang Belanda, saat ini keju gouda telah diproduksi secara masal dan luas dibeberapa negara, seperti Australia, Selandia Baru, Israel, Swedia, Amerika Serikat, bahkan di Wisconsin, keju gouda banyak diproduksi dan dikembangkan sebagai bahan utama membuat beberapa jenis cake untuk camilan atau sarapan pagi hingga makanan penutup.

n 69

Bahan utama membuat keju gouda sangatlah unik dimana bahan utama mengolah keju adalah dengan menggunakan susu kambing segar yang dipeternakkan di daerah pegunungan yang berhawa sejuk dengan makanan utama kambing – kambing tersebut adalah rumput gunung yang membuat rasa susu kambing lebih segar sebagai pengganti susu sapi. Bagaimanakah dengan rasa dari keju ini ? Keju gouda diketahui mempunyai rasa yang sangat khas.

Sebagaimana kami lansir dari Ehow, Rabu (20/1/2016), keju gouda mempunyai tekstur agak keras, sama seperti jenis keju yang lainnya seperti keju mozzarella, havarti, atau keju provolone.

Konon, pada jaman dahulu di Belanda terdapat sebuah tradisi dimana para petani dari berbagai desa datang dan berkumpul di balai kota untuk mengadakan pesta panen yang sukses besar sambil membawa beragam sajian lezat dan menarik dari bahan utama keju buatan sebuah keluarga bangsawan bernama keluarga “Waag” di Belanda, dimana hampir setiap hari Kamis, mereka membuat keju dari bahan susu kambing gunung yang segar.

Pada hari itu juga, para nyonya Belanda sejak dini hari mempersiapkan upacara pesta sambil menggelar stan umum sebagai tempat pameran keju dan hal ini rutin dilakukan sehabis panen besar di ladang buah, sayur atau bunga di wilayah Gouda, Belanda.

Seiring dengan waktu yang mengalami perkembangan cukup pesat dibidang kuliner membuat keju, tradisi ini kemudian dijadikan sebagai objek wisata paling menarik di dunia dimana masing – masing pengunjung yang datang wajib mencicipi keju gouda asli atau beberapa olahan makanan hingga minuman berbahan dasar keju ini.

Pada tahun 2006, keluarga “Waag” membuat sebuah museum keju terbesar di Belanda, dimana di dalamnya terdapat berbagai fakta seputar sejarah dan asal – usul tentang pembuatan keju gouda, cara membuatnya, hingga ilustrasi upacara menimbang keju yang dilakukan secara rutin setiap hari Kamis setelah panen usai di desa – desa wilayah Gouda.

Keju, Menu Favorit Yang Tercipta Secara Tak Sengaja

Sejak jaman dulu di Eropa dan AS keju merupakan makanan hasil pemisahan terhadap zat – zat padat dalam susu segar melalui sebuah proses pengentalan atau koagulasi.

Proses pengentalan ini dilakukan dengan bantuan bakteri atau enzim – enzim tertentu yang disebut dengan istilah rennet. Hasil dari proses pengentalan ini nantinya akan dikeringkan, lalu diproses kembali untuk diawetkan dengan beragam cara.

Pada umumnya, hewan yang dijadikan sebagai sumber air susu adalah sapi dan kambing. Namun di Eropa, susu unta, domba, kuda atau kerbau juga bagus dimanfaatkan pada beberapa jenis keju lokal buatan Belanda. Susu bisa memproduksi beragam produk keju.

Variasi keju yang akan diolah ditentukan oleh kesegaran dan tipe susu, metode pengentalan, temperatur, metode pemotongan, pengeringan, pemanasan dan proses pematangan serta pengawetan keju.

Cita rasa asin dan gurih serta sedikit sentuhan rasa asam dan manis menjadikan keju ini begitu digemari di seluruh dunia. Saat ini keju telah berhasil menjadi bahan pangan favorit masyarakat dunia yang sangat tepat digunakan untuk memasak sederetan hidangan.

Saat ini, di seluruh dunia diperkirakan terdapat lebih dari 400 jenis keju dan setengahnya adalah dari jenis gouda, namun apakah anda mengetahui bahwa ternyata keju diciptakan di dunia sejak zaman dulu karena faktor tidak sengaja oleh masyarakat pecinta kuliner di Eropa ?

Asal – Usul Tentang Keju Gouda

Pada zaman dulu ditemukan sebuah kondisi buruk di kompleks perumahan warga Eropa terutama pada daerah pedesaan dimana penghuninya kurang mengerti tentang kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan.

salah satu contoh adalah susu yang didapat dari hewan ternak perahan dibiarkan begitu saja terkena sinar matahari secara langsung, sehingga jika dibiarkan terbengkalai selama satu minggu maka rasanya berubah menjadi asam dan tekstur susu mulai mengental, tetapi masih bisa dikonsumsi dengan cara direbus hingga mendidih.

Selanjutnya beberapa koki restoran mulai berpikir untuk memanfaatkan kelebihan panen susu yaitu pertama kali ditemukan di Eropa dimana sekelompok koki restoran mulai menemukan sour cream cheese atau krim keju asam.

Keju ini diduga pertama kali disebarluaskan hingga ke daratan Timur Tengah, tapi bukti tidak cukup kuat mendukung fakta ini bahwa kapan pertama kali keju diciptakan. Makanan yang satu ini sebenarnya telah diproduksi sejak zaman prasejarah dimana masyarakat di zaman itu telah mengenal perkembangan ilmu kuliner modern dengan beralih dari cara hidup nomaden menjadi menetap di suatu tempat yang dianggap layak untuk tinggal, beternak kambing, domba dan sapi atau berladang.

Keju krim manis atau keju yang umum disantap secara luas saat ini di seluruh dunia adalah ditemukan secara kebetulan oleh sekelompok koki restoran di Belanda seperti ulasan kami tersebut di atas.

Selanjutnya makanan yang satu ini dibawa masuk ke dalam masyarakat Yunani yang selanjutnya sangat mengenal keju dan mengembangkannya ala kuliner Romawi sebagai jenis keju Yunani yang saat ini telah beredar dalam jumlah sangat banyak seperti keju – keju dari Belanda.

Romawi adalah bangsa pertama yang berhasil melakukan proses pematangan dan penyimpanan keju dengan cara berbeda dari warga Belanda. Masyarakat Yunani mengetahui dan mengerti tentang dampak teknik pematangan yang berbeda terhadap rasa dan karakter keju yang akan dihasilkan nanti.

Bangsa Romawi lalu membawa keju olahan mereka ke Perancis dan Inggris. Restoran besar di zaman itu hampir seluruhnya mempunyai dapur keju yang ditata secara terpisah dan disebut dengan istilah caseale atau ruangan khusus dimana keju bisa dimatangkan atau dipadatkan dan dikemas cantik untuk selanjutnya dijual.

Pabrik pertama di dunia yang memproduksi keju dalam jumlah besar dibuka pada tahun 1815 di Swiss. Namun, Amerika Serikatlah yang diketahui pertama kali sukses memproduksi keju dalam skala besar untuk dikirim keluar negeri.

Baca Artikel Lainnya :

Saat Perang Dunia II meletus, keju buatan pabrik di Swiss dan AS semakin populer mengalahkan keju yang diproduksi secara tradisional di rumah – rumah tradisional atau pabrik keju tradisional kedua negara tersebut.

Sejak saat itu, banyak pabrik berdiri dan berhasil menjadi sumber penghasil keju terbesar di Amerika dan Eropa hingga negara – negara di Asia.

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *