Pesona Alam Gunung Lawu via Cemoro Sewu Magetan

Pesona Alam Gunung Lawu via Cemoro Sewu Magetan – Gunung Lawu adalah salah satu tempat yang cukup terkenal bagi para penikmat alam, khusunya di Indonesia. Gunung dengan ketinggian 3265 mDpl di puncak Hargodumilah ini dapat dicapai dengan 3 pilihan jalur pendakian. Jalur selatan melalui Cemoro Sewu, Jalur Barat lewat Cemoro Kandang, dan Jalur Srambang. Jalur Srambang adalah jalur yang jarang sekali di lalui oleh pendaki pada umumnya, hanya warga Ngawi yang kadang-kadang menggunakan jalur ini.

1

Jalur Cemoro Sewu dan Cemoro Kandang adalah jalur yang paling sering dilalui oleh para pendaki karena akses menuju basecamp ini relative mudah dan jarak kedua basecamp ini sangat berdekatan. Untuk menuju basecamp ini Anda dapat menggunakan motor ataupun mobil. Akses jalan sudah cukup bagus yakni jalanan beraspal dan searah bagi anda yang sekaligus ingin pergi ke Tawang Mangu.

Jika anda menggunakan jalur Cemoro Sewu, base camp disini memiliki tempat yang cukup nyaman untuk beristirahat sejenak sebelum memulai pendakian. Basecamp ini lumayan ramai dengan warung sehingga anda dapat melengkapi perbekalan jika masih kurang ditempat ini.

Sebelum memulai pendakian anda harus membayar tiket masuk terlebih dahulu digerbang utama sekitar Rp 7500. Trek awal saat memulai pendakian dari basecamp masih cukup lebar dan agak datar, barulah setelah memasuki pos 1 tanjakan demi tanjakan akan menantang di depan kita.

Medan yang berbatu dan semakin menyempit akan menghiasi sepanjang pendakian. Pepohonan yang ada di sekitar pos 1 hingga pos 3 masih sama yaitu pinus dengan di selingi pohon perdu. Hanya saja dari Cemoro sewu hingga pos 1 pohon-pohon telah banyak yang di babat menjadi ladang penanaman kobis dan wortel oleh penduduk setempat. Tanjakan semakin ekstrim ketika meninggalkan pos 2 menuju pos 4.

Medan akan didominasi dengan tanjakan yang cukup terjal dan berbatu seperti anak tangga karena di kanan kiri jalan terdapat besi untuk berpegangan dab dapat dibilang disinilah trek yang paling berat. Dari pos 4 menuju pos lima sangat dekat. Daerah di sekitar pos lima sering di sebut dengan Cokro Suryo, Cokro Srengenge karena ditempat ini terdapat hamparan rumput yang luas seperti alun alun.

Berjalan sedikit agak keatas terdapat  sumur Jolotundo yaitu sebuah sumur berupa gua vertikal dan terdapat sumber air kecil di dalamnya. Menurut cerita jika kita masuk dan mengadahkan mulut menghadap ke atas dan secara kebetulan tenggorokkan kita tertetesi air yang menetes dari langit-langit gua, maka kita akan diberi limpahan rejeki oleh yang maha kuasa.

Selang beberapa puluh meter dari sumur Jolotundo kita akan bertemu dengan sendang Derajat. Air cukup melimpah di sendang ini. Disekitar sendang teradapat beberapa toilet umum dan juga banya terdapat pedagang nasi pecel musiman yang sengaja berdagang saat musim pendakian.

Perjalanan dari sini dilanjutkan menuju Hargo Dalem  yang merupakan pos terakhir sebelum puncak dan biasanya para pendaki mendirikan camp di pos ini sebelum summit. Di wilayah Hargo Dalem biasanya sangat ramai sekali karena banyak sekali rumah rumahan yang di buat para pedagang musiman. Nah barulah pada pagi harinya perjalanan dilanjutkan untuk mencapai puncak Gunung Lawu yakni puncak Hargo Dumilah dengan ketinggian 3265 mdpl.

Dari puncak ini kita bisa melihat ke arah timur yaitu gunung Wilis, dan jika saja cuaca lagi bagus bagusnya kita bisamenyaksikan ke agungan gunung Semeru, Gunung Arjuno. Jika melihat ke arah barat bisa di lihat gunung Merapi dan gunung Merbabu.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *