Potensi Tanaman Artemisia annua L. Sebagai Obat Malaria

asxPotensi Tanaman Artemisia annua L. Sebagai Obat Malaria – Penyakitmalaria merupakan salah satu penyakit penting yang dapat menyerang masyarakat dan endemik pada negara-negara berkembang seperti Indonesia, India dan beberapa negara di Afrika. Penyakit malaria disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Siklus hidup penyakit ini berawal dari kondisi lingkungan yang kurang sehat sehingga bisa berubah fungsi menjadi sumber penyakit malaria. Di Indonesia, penyakit malaria tergolong penyakit menular yang masih menjadi masalah utama dalam bidang kesehatan. Gejala yang diakibatkan umumnya dimulai dengan rasa demam yang tinggi. Dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini cukup berarti karena dapat menyebabkan kematian.

Pemanfaatan tumbuhan obat merupakan cara yang termudah dan murah serta bisa dijangkau oleh masyarakat. Keberhasilan dalam pengembangan tanaman obat sebagai antimalaria sudah terbukti nyata dengan ditemukannya obat baru, yaitu artemisinin dan derivatnya daritanaman Artemisia annua L. yang mana tanaman ini sudah lama digunakan secara tradisional di Cina untuk mengobati malaria.

Artemisia annua L. (Asteraceae) merupakan tanaman asli Cina yang digunakan sebagaiobat malaria karena mengandung metabolite sekunder yaitu artemisinin yang sudah sejak lama digunakan sebagai antimalaria. Selain itu, tanaman ini dapat digunakan untuk terapi hemoroid, antivirus, antikanker, aromaterapi, antitripanosoma industri parfum, kosmetik, dan antibakteri. Artemisinin mampu melawan P. falciparum, dan parasit lain penyebab malaria yang sudah resisten terhadap klorokuin dan kuinin.

Artemisinin dapat dengan cepat mengurai dan membersihkan darah dari parasit Plasmodiumsampai 90 % hanya dalam waktu 48 jam. Untuk mencegah terjadinya resistensi, maka pemakaian artemisinin dan turunannya sering dikombinasikan dengan obat lain seperti artesunat dengan meflokuin, artemether dengan lumefantrin, dan artesunat dengan amodiakuin. Mekanisme kerja artemisinin dan turunannya sebagai antimalaria terjadi melalui banyak mekanisme dan belum bisa dibuktikan secara pasti. Mekanisme-mekanisme tersebut yaitu penghambatan polimerisasi hem menjadi hemozoin melalui pembentukan radikal bebas dari lakton seskuiterpen yang akan mengalkilasi hem membentuk kompleks hem-artemisinin dan penghambatan proses respirasi pada mitokondria. Artemisinin sudah digunakan selama lebih 30 tahun untuk menanggulangi kanker di Vietnam dan China.

Artemisia annua tergolong dalam senyawa terpenoid. Klasifikasi tanaman Artemisiaannua L. adalah divisi : Spermatophyta, sub divisi : Angiospermae, kelas : Dicotyledoneae, bangsa : Asterales, suku : Asteracae, marga : Artemisia, jenis : Artemisia annua L. Morfologi tanaman A. annua adalah memiliki akar serabut, berwarna putih kekuningan. Batang yang tegak, berwarna hijau kecoklatan, dan bulat persegi. Daunnya tergolong daun majemuk, bentuk oval, lonjong, daun tanaman artemisia tidak bertangkai, helaian daun berbulu, tersusun berseling, berbentuk oval, tepi daun berjari lima dan panjang daun antara 2.5-5 cm. Tanaman ini memiliki bunga majemuk yang tersusun dalam rangkaian berupa malai, bunga tumbuh merunduk di ketiak daun dan di ujung tangkai., pangkal tumpul, ujung runcing, tepi bergerigi, anak daun bentuk oval, tepi bergerigi, pertulangan daun tegas, warna ungu kehijauan atau hijau. Tanaman ini memiliki bunga majemuk, bentuk tandan, dan terletak di ujung batang, panjangnya mencapai 30 cm, kelopak hijau, berbentuk bintang, berlekuk 5, mahkota halus mengelilingi cawan bunga tempat benang sari dan putik, memiliki diameter 2-3 cm, warna putih gading. Bijinya berbentuk lanset, kecil, berwarna coklat.

Tanaman artemisia merupakan tanaman semusim yang bercabang banyak dan tingginya bisa mencapai 2 meter dan tanaman ini termasuk tanaman menyerbuk silang. Artemisia termasuktanaman hari pendek apabila ditanam pada daerah dengan lama penyinaran < 13 jam/hari, akan cepat membentuk bunga. Sebaliknya pada daerah dengan penyinaran lebih dari 13 jam/hari akan lambat berbunga. Dengan demikian pada kondisi di daerah penyinaran < 13 jam/tanaman artemisia akan tumbuh optimal, menghasilkan prosuksi herba dan artemisinin tinggi.

Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Artemisia adalah waktu tanam, pemupukan, tanah, air, faktor iklim dan ketinggian tempat. Perbanyakan tanaman artemisiadapat dilakukan dengan biji yang dipanen saat tanaman berumur 13 minggu. Setelah berumur 40-50 hari ditanam dalam bedeng, benih siap untuk ditanam di tanah lapang. Panen bisa dilakukan setelah tanaman berumur 5 bulan, dan waktu yang terbaik untuk panen adalah saat antara pembentukan kuncup bunga dan pembungaan awal, karena kandungan artemisininnya bisa mencapai jumlah yang optimal. Tanaman artemisia tumbuh dengan baik pada ketinggian 1.000 – 1.500 m dpl, sehingga budidaya tanaman artemisia masih terbatas di dataran tinggi, tanah berpasir atau berlempung yang berdrainase baik dengan pH 5.5-8.5 (pH optimum 6-8), curah hujan 700- 1000 mm/tahun. Ketinggian tempat dan iklim sangat mempengaruhi kandungan bahan aktif. Budidaya Artemisia pada daerah lintang 30o dan dataran rendah akan menghasilkan produksi dan kandungan artemisinin yang rendah.

Baca Artikel Lainnya :

Loading...

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

7 thoughts on “Potensi Tanaman Artemisia annua L. Sebagai Obat Malaria

  1. Jonathan

    mas joko, tanaman Artemisia annua L ini apakah sama dengan KENIKIR yang sering saya jadikan lalapan tiap hari, makanan favorit saya ?

    Reply
    1. Mas Joko Post author

      Sangat Berbeda Mas Jonathan, untuk tanaman Artemisia annua L dari Family Artemisia sedangkan untuk tanaman Kenikir dari Family Cosmos. Terimakasih Kunjungannya mas Jonathan..

      Reply
  2. Jonathan

    dimana saya dapat mendapatkan bibit tanaman ini? sayang kalau tidak dibudidayakan, padahal bagus untuk mengusir nyamuk juga, cocok buat ditanam di sekitar rumah

    Reply
  3. Erdynt

    Mas Joko kalau extract nya bisa didapat dimana? trims.

    Reply
    1. Mas Joko Post author

      Untuk masalah ekstrak sebenarnya bisa kita lakukan sendiri mas Erdynt..

      Reply
    1. Mas Joko Post author

      Di indonesia sudah banyak kok mas. salah satunya di gunung kidul..

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *