Proses Pembentukan Gamet Betina

Proses Pembentukan Gamet Betina – Yang dimaksud dengan ‘Gamet’ adalah sekumpulan sel – sel berjenis kelamin yang dikenal dengan istilah ‘reproduksi’ berisikan hanya sebuah ‘kromosom’ yang memiliki sifat berbeda – beda atau setengah dari materi genetik yang dibutuhkan guna membentuk organisme lengkap yang disebut dengan istilah ‘haploid’.

Proses Pembentukan Gamet Betina

Proses Pembentukan Gamet Betina

Yang mana seperti diketahui bahwa sel – sel telur dan sperma yang terdapat di dalam tubuh manusia merupakan dua sel generatif yang berbeda – beda dalam hal sifat berhubungan dengan ukuran dan kualitas, dimana pada masing – masing sel menyimpan sekitar 23 kromosom yaitu setengahnya berasal dari jumlah yang telah ditemukan sebelumnya di dalam sel – sel tubuh lainnya.

Untuk selanjutnya sel – sel bersangkutan akan dibentuk oleh divisi khusus ‘seluler’ yang terjadi di dalam organ ‘seks primer testis’ dan ‘ovarium’ dikenal dengan istilah ‘meiosis’. Setelahnya terjadilah ‘fertilisasi’ yang merupakan rangkaian proses penggabungan gamet tersebut di atas yang berasal dari kedua orang tua dan pada akhirnya akan menjadi ‘zigot’.

Untuk gamet itu sendiri diterapkan istilah jantan dan betina namun hanya berfungsi untuk menunjukkan kelamin asalnya saja karena gamet itu sendiri tidak memiliki jenis kelamin.

Nah cara membedakan antara gamet jantan dan gamet betina adalah dari sisi ukuran dan kuantitas. Gamet jantan dibedakan dari sperma dengan motif berukuran kecil – kecil lalu diproduksi dalam jumlah besar dan hanya sedikit saja yang pernah mencapai fertilisasi.

Sedangkan untuk gamet betina ditemukan telur dari sel wanita berukuran besar dengan kondisi ‘sitoplasma’ tetap memelihara ‘embrio’ sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan. Dari sinilah muncul istilah ‘gametogenesis’ merupakan istilah untuk rangkaian proses pembentukan gamet.

Dimana proses pembentukan gamet dapat dibedakan menjadi 2 jenis diantaranya adalah ‘spermatogenesis’ untuk tujuan pembentukan sperma atau gamet jantan dan ‘oogenesis’ guna melakukan pembentukan ‘ovum’ atau gamet betina.

Rangkaian Terjadinya Proses Pembentukan Gamet Betina

Melalui artikel ini kami akan mengkhusus membahas tentang proses pembentukan gamet betina atau oogenesis. Simak penjelasannya berikut ini.

Oogenesis Dari Rangkaian Sistem Reproduksi Wanita

Oogenesis terhadap sistem reproduksi wanita secara garis besar berlangsung di dalam ovarium organ kelamin betina yang dikenal dengan istilah pembentukan gamet betina. Yang mana seperti diketahui bahwa pembentukan gamet betina atau ‘ovum’ berlangsung di dalam sebuah paket sel yang dikenal dengan istilah ‘folikel’ terletak di dalam ‘ovarium’.

Rangkaian Proses Pembentukan Gamet Betina

Dari penjelasan tersebut di atas selanjutnya ovum berkembang dari sel – sel induk yang bernama ‘oogonium’ atau ‘sel – sel induk ovum’ / folikel yang tersusun atas sebuah sel bisa melalui proses meiosis yang masing – masing memiliki ‘kromosom diploid’ yang juga akan dapat merangkai proses pembentukan gamet betina bersangkutan dimulai saat embrio masih dalam tahap berkembang di dalam perut ibunya.

Namun proses yang berlangsung terhadap embrio ini akan berhenti dan berlanjut saat embrio sudah mampu memasuki masa – masa ‘pubertas’. Ovum akan mengalami perekmbangan terhadap kantung – kantung yang berukuran kecil di dalam ovarium dikenal dengan istilah folikel.

Selapis sel folikel akan mengelilingi oogonium yang berfungsi untuk melindungi dan memberi asupan nutrisi pada calon ovum sehingga mampu berkembang menjadi ovum masak dan telah siap dibuahi.

Untuk memudahkan anda dalam memahaminya maka berikut di bawah ini kami berikan penjelasan lebih ringkas tentang rangkaian proses oogenesis adalah sebagai berikut :

  1. Oogonium melakukan proses pembelahan mitosis guna nantinya akan menghasilkan 2 oogonium yang baru.
  2. Sebuah oogonium akan berubah menjadi cadangan namun yang lainnya akan tetap melanjutkan proses oogenesis.
  3. Oogonium selanjutnya berkembang menjadi ‘oosit primer’ yang memiliki sifat ‘diploid (2n)’ yang kemudian akan memulai untuk melakukan rangkaian proses pembelahan meiosis 1 untuk selanjutnya akan berhenti pada tahap profase. Proses bersangkutan berlangsung di dalam tubuh embrio dan akan terhenti pada tahap ini hingga menunggu embrio tumbuh dewasa secara ‘fisiologis’.
  4. Setelah mengalami masa – masa ‘pubertas’ maka selanjutnya proses meiosis akan berlanjut untuk menuju ke proses selanjutnya hingga terbentuk proses ‘oosit sekunder’ dimana proses pembelahan sel yang terjadi di masa depan tidak merata dalam oogenesis, sebutir sel akan berkembang – biak menjadi oosit sekunder dan mendapatkan hasil berupa sitoplasma sedangkan sel – sel lain tumbuh dan berkembang menjadi ‘badan polar’ atau hanya mendapatkan sedikit sitoplasma. Oosit sekunder terdiri dari materi genetik yang bersifat haploid (n) dan akan mengeluarkan zat – zat lainnya dari folikel dan ovarium melalui peristiwa yang dikenal dengan istilah ‘ovulasi’.
  5. Pada perkembangan selanjutnya dari oosit sekunder akan terjadi sebuah rangkaian proses yang terjadi di luar ovarium, dimana untuk selanjutnya akan melakukan pembelahan meiosis 2 guna menghasilkan ‘ootid’. Dalam tahap ini selain terjadinya pembelahan meoisos 2 juga akan terjadi pembagian sitoplasma yang tidak merata sehingga hanya membentuk sebutir ootid dan sebuah badan polar. Ootid bersifat haploid (n).
  6. Selanjutnya ootid akan berkembang menjadi ovum.

Tahapan – tahapan tersebut di atas akan berlanjut menuju ke tahapan ‘menopause’ yang terjadi jika seorang perempuan tidak lagi menghasilkan ovum yang ditandai dengan perempuan bersangkutan tidak lagi mengalami masa – masa ‘menstruasi’.

Gejala lainnya yang tampak adalah bagi seorang perempuan yang sudah memasuki tahap menopause maka tidak lagi merasakan gairah seksual karena produksi hormon reproduksi telah terbatas jumlahnya.

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang proses pembentukan gamet betina yang juga dikenal dengan istilah oogenesis. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *