Proses Pembentukan Urine

Pengertian Urine

Urine merupakan cairan sisa metabolism tubuh yang dihasilkan oleh ginjal dan dikeluarkan dari tubuh melalui saluran kencing.

Urine sendiri tersusun atas air dan beberapa bahan yang terlarut di dalamnya berupa urea, garam terlarut, dan materi organik lainnya yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh lagi.

r 129

Proses-Proses Pembentukan Urine

Pembentukan urine dapat terjadi melalui tiga tahapan yaitu proses filtrasi, proses reabsorpsi, dan proses augmentasi. Ketiga proses tersebut, melalui suatu rangkaian proses yang panjang dan terjadi setiap hari secara terus-menerus. Untuk penjelasan lebih lanjut, mari kita baca uraian dibawah ini;

  • Proses Filtrasi (Penyaringan)

Proses pertama dalam pembentukan urine adalah penyaringan atau filtrasi yang terjadi pada glomerulus, yaitu kapiler darah yang bergulung pada kapsul bowman.

Di dalam glomerulus terdapat beberapa sel endothelium, sehingga mampu mempermudah proses penyaringan darah. Darah yang berasal dari glomerulus melintasi sel-sel epitelium dari kapsul bowman yang bertugas sebagai penyaring dan disebut sebagai sel podosit.

Pada sel podosit dapat dilewati oleh air dan molekul yang berukuran kecil, namun tidak dapat dilewati oleh molekul besar seperti darah dan protein.

Selain sebagai tempat terjadinya penyaringan, pada glomerulus juga sebagai tempat pengikatan kepingan darah, sel-sel darah, dan beberapa protein plasma supaya tidak ikut dikeluarkan.

Hasil penyaringan pada glomerulus berupa filtrate glomerulus atau urin primer yang susunannya seperti darah, namun tidak ada kandungan protein.

  • Proses Reabsorpi (Penyerapan Kembali)

Urin primer hasil penyaringan, selanjutnya dialirkan menuju ke pembuluh proksimal. Di dalam pembuluh proksimal tersebut terjadi penyerapan kembali bahan yang masih dapat dimanfaatkan oleh tubuh seperti asam amino, glukosa, sebagian besar ion-ion anorganik.

Sedangkan, air yang berada di dalam filtrate glomerulus juga mengalami penyerapan kembali melalui proses osmosis.

Proses penyerapan kembali air juga terjadi pada lengkung henle, pembuluh distai, dan pembuluh yang turun atau pembuluh pengumpul. Kemudian bahan-bahan yang sudah diserap tersebut, dikembalikan ke dalam darah melalui pembuluh kapiler yang menyelimuti pembuluh.

Selain terjadi pada pembuluh proksimal, penyerapan kembali bahan-bahan yang masih berguna juga terjadi pada lengkung henie atau pembuluh yang naik terutama penyerapan terhadap natrium klorida.

Penyerapan kembali urine primer akan menghasilkan zat yang dinamakan dengan filtrate tubulus atau urin sekunder dan memiliki ciri-ciri utama yaitu memiliki kandungan kadar urea yang sangatlah tinggi.

Baca Artikel Lainnya :

  • Proses Augmentasi (pengeluaran zat)

Urine sekunder yang dihasilkan oleh lengkung hanle dan tubulus proksimal akan menuju ke tubulus kontortus distal. Disinilah, urine sekunder akan melewati pembuluh kapiler darah untuk memisahkan beberapa zat yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh.

Kemudian terciptalah urine yang sesungguhnya dan urin inilah yang akan mengalir menuju ke saluran pengumpul untuk selanjutnya menuju ke rongga ginjal.

Loading...

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *