Rahasia Mi Ayam Tumini Di Kota Jogjakarta Yang Memiliki 700 Penggemar Dalam Satu Hari

Apakah anda mengenal sajian spesial bernama gudeg, dimana makanan yang satu ini sangat terkenal di kota Yogyakarta dan merupakan salah satu julukan yang diberikan kepada kota Yogyakarta yaitu ‘ kota gudeg ’ selain terkenal dengan sebutan sebagai ‘ kota pelajar ‘.

Gudeg adalah makanan khas daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terbuat dari buah nangka muda yang dimasak dengan campuran santan dan rempah – rempah. Dibutuhkan waktu yang cukup lama bahkan berjam – jam untuk memasak sayur gudeg ini.

o 88

Warna coklat yang muncul setelah masakan ini matang dihasilkan oleh daun jati yang digunakan sebagai alas untuk memasak sayur. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan bersama dengan kuah santan kental areh, daging ayam kampung, telur bebek, tahu, tempe dan sambal goreng krecek.

Seperti halnya gudeg, di kota Jogja juga terkenal sebagai kota beragam sajian Nusantara sejenis bakso dan mie ayam, maka tak heran dibeberapa tempat strategis banyak mangkal warung – warung angkringan yang menjual bakso ayam atau bakso sapi,

Dan warung mie ayam seperti warung angkringan mie ayam Tumini di jalan Imogiri Timur, Umbulharjo, Yogyakarta yang dari jauh tampak seperti warung – warung makan angkringan mie ayam biasa. Hal ini bisa ditandai dengan terlihatnya berderet panjang parkir sepeda motor di depan warung.

Menurut Eko, seorang juru parkir warung angkringan mie ayam di daerah Umbulharjo, dalam sehari ada sekitar 400 motor parkir di depan warung sederhana   yang   terletak  di  utara   terminal  Giwangan  ini. “

Dalam sehari bisa 450-an motor di sini parkir dan biasanya sampai jam 5 atau paling lama hingga malam jam 7, baru warung sepi pengunjung. ” ujar Eko, Rabu (16/3/2016).

Triyanto, karyawan warung ini, menjelaskan bahwa warung mie ayam Tumini ini sudah dibuka sejak tahun 1990. Dalam sehari, keluarga tersebut mampu menjual mie ayam sebanyak 700 mangkuk !

Kuliner mie ayam merupakan salah satu jenis kuliner yang bisa dengan mudah anda jumpai dimana saja dan kapan saja, bisa mengkonsumsinya bersama teman – teman atau sendirian.

Tapi jika anda baru pertama kali berkunjung, akan kesulitan mencari mie ayam dengan citarasa yang enak dan gurih serta memiliki keunikan dari yang lainnya bukanlah hal yang mudah, karena dibutuhkan kejelian serta semangat untuk melakukan perjalanan seru dimasing – masing jalan tikus atau gang – gang kecil untuk menemukan menu sederhana tersebut.

Meraih sesuatu yang anda harapkan meskipun itu sangat kecil tapi tentunya membutuhkan usaha dan kejelian untuk bisa mewujudkannya secara nyata.

Begitu juga dengan usaha yang telah lama ditekuni oleh keluarga ibu Tumini tersebut di atas, mereka akhirnya membuahkan hasil, dimana mie ayam olahan keluarga Ibu Tumini memiliki citarasa yang berbeda dan unik yaitu mie ayam bu Tumini.

Menurut Mas Sarwoko, salah satu pegawai di warung tersebut menjelaskan bahwa tambahan berupa krupuk sebagai pengganti pangsit goreng dikarenakan citarasa olahan mie ayamnya sudah gurih dan enak sehingga krupuk sebagai makanan pendamping hanya berfungsi agar si pembeli semakin mantap makan di warung mereka.

Jika anda berminat, datang saja ke alamat tersebut di atas ? Sajian berupa mie yang besar dan kenyal benar – benar akan memanjakan lidah anda dan dijamin perut anda akan terasa kenyang dengan semangkok mie ayam berkuah kental merupakan olahan dari daging ayam yang empuk karena dimasak secara profesional.

Baca Artikel Lainnya :

Rasa gurih dan manis dicampur dengan pedasnya saos sambal dan perasan air jeruk nipis sesuai dengan porsi yang disediakan sehingga anda akan puas berkunjung ke warung ini.

Harga satu porsi mie ayam dengan ditambah dua kerupuk plus satu gelas es teh manis adalah Rp. 10.000,- merupakan harga yang cukup sehat dan tidak menyebabkan kantong anda bolong, kan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *