Reaksi dan Hasil Fermentasi Anaerob

Reaksi dan Hasil Fermentasi Anaerob – Untuk bisa memperoleh minuman beralkohol memerlukan proses pengolahan yang tak sebentar, paling tidak jika ingin tingkat alkoholnya lebih tinggi waktu hingga puluhan tahun diperlukan untuk menyimpan bahan tersebut, seperti yang banyak terjadi pada produksi minuman anggur.

Untitled

Produk fermentasi yang lainnya bisa dengan mudah kita jumpai pada aneka olahan roti. Seperti yang kita tau bahwa dalam salah satu proses pembuatannya pastilah akan menggunakan bahan bernama ragi. Bahan yang satu ini sebenarnya adalah campuran dari bakteri pengembang, sehingga hanya dalam beberapa waktu saja volume roti yang dihasilkan bisa sangat besar.

Reaksi-reaksi tersebut dikenal dengan nama fermentasi, namun jangan salah ternyata untuk kinerja sel manusia sendiri khususnya dalam bidang kajian respirasi juga ada yang dinamakan sebagai fermentasi, hanya saja bedanya bukan fermentasi alkohol melainkan asam laktat.

Cara yang satu ini dilakukan saat keberadaan oksigen dalam tubuh tak bisa tercukupi sehingga menggunakan berbagai ion lain untuk tetap memecah karbohidrat tersebut. Hal ini memang tak terlalu sering terjadi melainkan hanya di saat-saat tertentu dan mendesak, misalkan saat kita terlalu lama dalam melakukan aktivitas olahraga. Selain manusia jenis hewan dan tumbuhan tertentu juga melakukan proses fermentasi anaerob tersebut.

Bagian yang membedakan antara reaksi ini dengan yang menggunakan oksigen tak hanya dari ketersediaan oksigen dalam sel saja namun juga beberapa hal lain, diantaranya adalah:

  • Dikenal dengan nama yaitu fermentasi asam laktat, berbeda dengan jenis yang satunya yang dikenal dengan fermentasi aerob saja mana nama yang ada disini juga fermentasi asam laktat dan alkohol, mengapa dikatakan demikian karena produk hasil akhirnya adalah asam laktat atau paling tidak alkohol jika hal tersebut terjadi dalam bahan-bahan makanan tertentu. Seperti yang telah dijelaskan bahwa pada manusia sendiri proses ini menghasilkan suatu zat bernama asam laktat yang dapat menyebabkan rasa panas dan pegal di otot.
  • Fermentasi aerobik akan menghasilkan jumlah ATP terbesar dari serangkaian reaksi lainnya yaitu 38 buah, sedangkan disini hanya sedikit yang bisa dihasilkan yaitu 2 saja, ini menandakan bahwa reaksi tanpa oksigen ini memang tak bertujuan untuk menghasilkan energi melainkan produk lain.
  • Efek yang dihasilkan dari fermentasi aerob berkebalikan dengan anaerob, dikatakan demikian karena dari proses anaerob Anda justru akan merasakan capek dan pegal mengingat ATP yang dihasilkan juga hanya 2 buah, sebaliknya dengan fermentasi aerob jumlah yang dihasilkan adalah 38 dan bisa menyakitkan keadaan tubuh yang terlalu lelah.
  • Hanya terjadi pada manusia dalam keadaan tertentu atau kekurangan oksigen saja, sedangkan untuk fermentasi aerob dapat terjadi dalam setiap keadaan normal. Namun selain manusia tumbuhan bahkan hewan-hewan tertentu bahkan hanya melakukan fermentasi ini.
  • Bagian paling vital yang membedakan adalah keberadaan sumber oksigen dan tidak.

Bernapas memang adalah salah satu bagian dari makhluk hidup, namun yang membedakan antara sumber dan juga hasil, jika manusia dan juga hewan bernapas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan dalam bentuk karbondioksida ditambah beberapa jenis udara lainnya, maka untuk tumbuhan berbeda, tanaman dikatakan sebagai penyedia oksigen karena memang mereka hanya menghirup karbondioksida dari hasil ekskresoi manusia dan mengolahnya menjadi oksigen untuk kemudian dikeluarkan guna kepentingan manusia dan hewan lagi.

Proses timbal balik tersebut menandakan bahwa apa yang diciptakan dibumi ini saling bergantungan, tak bisa hidup sendiri tanpa adanya jenis makhluk lain.

Baca Juga : Mengenal Fermentasi Aerobik dan Manfaatnya

Loading…

About Mas Joko

Bukan Indonesia Yang Membutuhkan Dunia, Namun Dunia Yang Membutuhkan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *