Review of Journal (CO2: The Greatest Scientific Scandal of Our Time/Zbigniew Jaworowski, M.D., Ph.D., D.Sc. Tahun 2007)

IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) merupakan panel ilmuwan yang dibentuk oleh PBB untuk mengkaji masalah perubahan iklim, yang dalam konferensi persnya menyatakan bahwa fenomena perubahan iklim dan meningkatnya suhu bumi pada beberapa dekade belakangan adalah akibat dari semakin meningkatnya kadar emisi karbon anthropogenik yang dihasilkan dari aktivitas manusia.

a

Karbondioksida merupakan penyebab paling dominan terhadap adanya perubahan iklim saat ini dan konsentrasinya di atmosfer telah naik dari masa pra-industri yaitu 278 ppm (parts-permillion) menjadi 379 ppm pada tahun 2005.

Namun penulis berpendapat bahwa pemanasan global yang terjadi saat ini tidak ada hubungannya dengan kadar emisi karbondioksida berlebihan yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.Karbondioksida yang berada di atmosfir bumi 97% berasal dari emisi alami dari daratan dan lautan, 3% berasal dari aktivitas manusia.Suhu bumi yang memanas merupakan sebuah kejadian siklus alami dari bumi, yang kadang memanas dan kadang mendingin, yang dikaitkan dengan ice age atau zaman es yang terjadi pada masa lampau.Perubahan-perubahan suhu bumi terjadi secara alamiah tanpa campur tangan manusia dan secara frontal beranggapan bahwa fenomena pemanasan global tidak pernah ada.

Menurut saya pemanasan global (global warming) sudah mulai dirasakan, baik di negara kita maupun negara lain. Beberapa tahun ini sering terjadi bencana alam yaitu banjir, kekeringan, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan, meningkatnya resiko kesehatan (distribusi nyamuk penyebab malaria dan penyakit menular lainnya meningkat), kenaikan suhu bumi dan muka air laut.Pemanasan global berakar dari efek rumah kaca yang disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2), metana serta gas-gas lainnya di atmosfer.

Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara, industri-industri serta bahan bakar organik lainnya serta yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Selain itu pemanasan global juga disebabkan oleh rusaknya (degradasi) hutan akibat pembalakan liar dan deforestasi (alih fungsi hutan) menjadi lahan pertanian maupun pemukiman. Secara global hutan adalah paru-paru dunia karena akan menyerap karbondioksida di udara dan melepaskan oksigen yang lebih banyak yang sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat, tentunya diikuti dengan perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi, meningkatnya suhu air laut mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut.Naiknya permukaan air laut nantinya dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil yang ada di dunia.

Dewasa ini pemasan global yang berakibat pada berbagai macam bencana ekologis belum menjadi kesadaran dari berbagai pihak sebagai suatu masalah yang harus segera diminimalisir.Dengan demikian perlu adanya mitigasi untuk mencegah/memperlambat terjadinya perubahan iklim/pemanasan global & mengurangi dampak perubahan iklim/pemanasan global yaitu melalui upaya penurunan emisi GRK, peningkatan penyerapan GRK, dll. Setidaknya, dengan mengurangi emisi CO2 dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil serta mencoba alternatif energi ramah lingkungan dan terbarukan, akan menjadikan bumi sedikit bersih dari polutan. Bersihnya atmosfer dari polutan yang berbahaya akan mengurangi adanya dampak dari pemanasan global akan berkurang dan bencana alam pun akan berkurang.

Baca Artikel Lainnya :

One thought on “Review of Journal (CO2: The Greatest Scientific Scandal of Our Time/Zbigniew Jaworowski, M.D., Ph.D., D.Sc. Tahun 2007)

  1. Pingback: Penyebab dan Dampak Efek Rumah Kaca | Pusat Infomasi Pertanian Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *