Sastrawan Indonesia Sutan Takdir Alisjahbana

Sastrawan Indonesia Sutan Takdir Alisjahbana – Sutan Takdir Alisjahbana merupakan sastrawan Indonesia keturunan minangkabau yang lahir pada tanggal 11 Februari 1908 di Natal, Sumatera Utara. Keluarga Sutan Takdir Alisjahbana berasal dari Sumatera Barat yang bermigrasi di abad ke 19.sutan

Sutan Takdir Alisjahbana merupakan pendiri dan editor dari Poedjangga Baroe. Sutan Takdir Alisjahbana menjadi satu dari cahaya pedoman kesastraan Indonesia dalam tahun formatifnya, khususnya dalam waktu sekitar kemerdekaan.

Sutan Takdir Alisjahbana percaya bahwa Indonesia dapat belajar dari nilai-nilai peradaban barat dan menyisakan contoh yang besar dari modernism melalui kehidupannya. Kebangkitan manusia itu sendiri, penulis dari banyak buku-buku pada rentang subjek yang sama, Sutan Takdir Alisjahbana menulis sebuah novel pada saat kematiannya di tanggal 17 Juli 1994. Novel yang terkenal, Layar Terkembang menunjukkan diri Sutan Takdir Alisjahbana sebagai seorang penulis yang progresif.

Novel pertama Sutan Takdir Alisjahbana, Tak putus dirundung malang diterbitkan oleh Balai Pustaka di tahun 1929. Sutan Takdir Alisjahbana bersama dengan Amir Hamzah dan Armijn Pane, mereka menemukan dan mengedit sebuah jurnal yang mengandung karya terbaik dari penulis-penulis sebelum perang, disebut Poedjangga Baroe dan jurnal yang pertama diterbitkan di tahun 1933. Di tahun 1953, Sutan Takdir Alisjahbana mengedit Konfrontasi sebagai sebuah pengganti untuk Poedjangga Baroe.

Di bawah penjajahan Jepang, di tahun 1943 Sutan Takdir Alisjahbana menjadi seorang sekretaris Komisi Bahasa Indonesia. Sejang tahun 1946 hingga 1948, Sutan Takdir Alisjahbana menjadi seorang professor bahasa Indonesia di Universitas Nasional di Jakarta.

Selain itu, Sutan Takdir Alisjahbana pernah menjabat sebagai Ketua Akademi Kesenian Jakarta, Ketua Himpunan Filsafat Indonesia, Ketua Internasional Association for Art and the Future, Pemimpin Balai Seni Toya bungkah, Pemimpin Pusat Penerjemahan Nasional, Wakil Ketua Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan, Pemimpn Umum Majalah Ilmu dan Budaya, serta Ketua Philosophy and the Future of Humanity.

Garis keturunan ayah Sutan Takdir Alisjahbana merupakan tokoh yang memiliki pengetahuan agama dan hukum yang luas. Sutan Takdir Alisjahbana mengenyam pendidikan sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Kemudian mendapatkan gelar Doktol honoris Cusan dari Universitas Indonesia di tahun 1979 dan dari Universiti Sains di penang Malaysia pada tahun 1987. Sutan Takdir Alisjahbana pernah bergabung dalam partai sosialis di Indonesia, kemudian Sutan Takdir Alisjahbana sempat menjadi anggota parlemen pada 1945 hingga 1949 pada masa kepemimpinan Sukarno.

Sutan Takdir Alisjahbana memiliki banyak anak hingga Sembilan orang anak. Sutan Takdir Alisjahbana pernah menikah sebanyak tiga kali. Hal ini dikarenakan meninggalnya istri pertama dan kemudian istri kedua juga meninggal terlebih dahulu. Pada pernikahan yang pertama memiliki tiga orang anak, istri pertamanya ini meninggal pada tahun 1935. Dari pernikahan kedua memiliki dua orang anak dan istrinya meninggal pada tahun 1952 dan dengan istri ketiganya memiliki empat orang anak.

Baca juga : Biografi W.S. Rendra, Sastrawan Indonesia

Loading...

One thought on “Sastrawan Indonesia Sutan Takdir Alisjahbana

  1. Pingback: Penyair Ternama, Goenawan Mohamad | Joko Warino Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *