Sejarah Adanya Gedung Pancasila di Jakarta

Saat pemerintah Hindia-Belanda masih saja menancapkan taring yang mereka miliki di Indonesia, di Jakarta terlebih di Taman Pejabon serta Lapangan Benteng banyak sekali didirikan di gedung pemerintahan. Dari semua gedung yang dibangun, salah satunya ialah gedung Pancasila yang diberi nama gedung Volksraad yang berada di Jalan Pejambon 6. Memang tidak terdapat catatan yang jelas tentang asal usul dari berdirinya Gedung Pancasila ini.

fia 99

Akan tetapi, ada banyak literatur ilmiah yang mengemukakan bila gedung ini mulai dibangun di tahun 1830. Gedung ini awalnya dibangun sebagai rumah tinggal untuk komandan tentara kerajaan Belanda, yang merangkap menjadi Letnan Gubernur Jendral. Bila Anda berjalan di arah timur dari gedung, Anda dapat menemui gereja Immanuel serta benteng Pangeran Frederick stasiun Gambir dan juga pengadilan tinggi.

Baca Juga : Sejarah Lahirnya pancasila

Sebelum gedung Volksraad ini dibangun, komandan tentara Belanda tinggal di tempat yang sekarang ini menjadi gereja Katedral. Entah mengapa gedung ini tiba-tiba roboh di tahun 1880, hingga akhirnya sebuah gereja dibangun menggantikan gereja yang runtuh tadi, gereja ini pun diresmikan 10 tahun setelahnya.

Gedung Volksraad yang menjadi gedung kediaman komandan Belanda sebelum ditugaskan ke Bandung. gedung ini dinilai cukup memadai bila dialihfungsikan menjadi salah satu gedung sidang untuk Dewan Rakyat. Bila melihat katalog pameran di dalam acara peringatan ulang tahun ke 300 Batavia, bisa dikemukakan jika Volksraad ini pernah menjadi tempat pertemuan anggota dewan.

Di suatu masa jumlah anggota dari Volksraad ini secara keseluruhan sudah pernah ada yang mencapai titik hingga 60 orang dimana 30 dari mereka ialah wakil rakyat yang 19 darinya dipilih secara langsung dan 25 orang bangsa Belanda, 4 orang menjadi perwakilan dari masyarakat golongan keturunan Tionghoa. Satu diantaranya ialah seorang yang menjadi keturunan Arab. Per tahunnya diadakan 2 kali sidang pada gedung ini.

Berdirinya Gedung Pancasila pun akhirnya memasuki babak yang baru saat Cho Shangi-in membuat badan yang mempunyai tugas untuk memberi masukan serta pertimbangan untuk pemerintah, mereka harus menjawab berbagai macam pertanyaan oleh pemerintah yang menyangkut politik. Jumlahnya mencapai 43 orang. Kembali dipergunakanlah gedung Volksraad ini sebagai tempat untuk difang dari badan pertimbangan yang ketika itu dibuat oleh Jepang.

Nama gedung tersebut kemudian lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama Gedung Cho Sangi In. Di tanggal 16 Oktober sampai 20 Oktober di tahun 1943, dibentuk komisi yang tugasnya menjawab pertanyaan yang berasal dari Saikou Shikikan.

Gedung Pancasila akhirnya memperoleh nama saat Jepang mengalami kekalahan di dalam perang Pasifik dimana mereka membuat Dokuritsu Junbi Chosakai. BPUPKI pun mulai untuk bekerja keras dan melakukan sidang, kemudian dibentuklah Pancasila. Inilah awal mengapa gedung tersebut disebut menjadi Gedung Pancasila, karena menjadi tempat lahirnya Pancasila.

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

About Rita Elfianis

Segala sesuatu yang dikerjakan dengan ikhlas pasti akan membuahkan hasil. Tetaplah berusaha menggapai impian kita. Jangan menyerah.

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *